oleh

Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat

-Daerah-341 views

Pemanfaatan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) untuk mendukung pembangunan Sarana Prasarana penunjang PON bersama-sama Kemendagri dan Kemenkeu.

Memastikan perencanaan program kegiatan dan dukungan anggaran dari K/L dalam RKP Tahun Anggaran 2019 dan 2020  (sinkronisasi anggaran K/L yang telah ada, serta memastikan keterpaduan perencaaan program/kegiatan PON di 5 kluster lokasi PON dan daerah pendukungnya.

Acara diatas dihadiri oleh beberapa nara sumber Staf Ahli Menteri PPN bidang Pemerataan dan Kewilayahan, Drs.Oktorialdi, MA,PhD, Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas, Ir. Rudy Soeprihadi Prawiradinata, MCRP, PhD. Kepala Bappeda Provinsi Papua, Dr. Mohammad Musaad, Direktur Aparatur Negara Kementeriaan PPN/Bappenas, Dr.Velix V.Wanggai, di Hotel Ashley.Menteng, Selasa (11/12).

Moderator Nasori Ahmad SS, MKP membuka acara mengatakan Presiden Jokowi mengatakan percepatan diwilayah Papua harus dilaksanakan, karena selama ini selalu diabaikan dan ini harus dilaksanakan agar Papua tidak ketinggalan dan sudah 9 kali Presiden Jokowi kunjungi Papua dan sekitarnya.

Nasori melanjutkan, Pelaksanaan pembangunnan dilaksanakan baik pelabuhan, Bandara dan jalan-jalan juga Pembangunan SDM di Papua, program strategis sudah akan dilaksanakan dan pada 2020 Papua jadi tuan rumah PON.

ada 2 narasumber yang akan membsrikan paparan yakni Staf Ahli Menteri Bidang Pemerataan dan Kewilayahan, Drs. Oktorialdi MA, Ph.D, serta Direktur Aparatur Negara Kementeriaan PPN/Bappenas Dr. Velix V.Wanggai.

Narasumber dari Staf Ahli Menteri Bidang Pemerataan dan kewilayahan Drs. Oktorialdi mengatakan banyaknya lokasi yang luas dan berat mwmbuat beratnya pekerjaan yang dilaksanakan pembangunan di Papua, dan banyak dana-dana berada di daerah pantai dan  bagaimana proyek pembangunan ada didaerah pedalaman dan pembangunan lebih fokus, Bappenas mendampingi berbagai proyek di Papua, dan adanya tantangan yang perlu diawasi di Papua dan diantisipasi, adanya pembinaan dan pendampingan.

Ia melanjutkan adanya sekolah-sekolah diasrama dan adanya kepentingan bagi rakyat di Papua, da  fokus kita kita adalah pelayanan dasar, tata kelola, pendampingan.

Ada 4 wilayah pembangunan strategis, pendekatan wilayah adat dan budaya, wilayah perbatasan, pendampingan bagi masyarakat dan pembina didaerah, adanya kerjasama.

Sementara itu Direktur Aparatur Negara Kementerian PPN/Bappenas Dr. Velix V. Wanggai menjelaskan menindaklanjuti bapak Oktorialdi, ada sebuah pendekatan penting membangun Papua tidaklah mudah yakni ada penyebaran penduduk yang tidak merata, ada 300 suku dan bahasa berbeda, dan ada 7 wilayah adat yang memiliki karakter yang berbeda-beda dan ada pendekatan adat, dan ada pengembangan wilayah strategis sesuai karakter wilayah itu, adanya pengembangan kualitas SDM dan konsep yang baik adalah pola sekolah asrama serta bekerjasama dengan Yayasan Kristen yang sudah lama kerjasamanya.

Adanya pengembangan industri pala yang dapat menjadi komoditas unggulan, serta pendekatan infrastruktur dengan komodoti infrastruktur yang mendekati pelayanan-pelayanan dasar misalnya aur bersih dan fokus kepada saudara-saudara kita di Papua yang berada terpencil serta pesan bagaimana kita mwnumbuhkan kewirausahaan yang sangat bermanfaat, dengan Papuan Businessman yang sangat bermanfaat bagi pengusaha-pengusaha asli Papua,”

News Feed