oleh

Sejarah Pendirian FKKSMN dan Tujuan Dari Kegiatan Kemah Bela Negara

-Nasional-363 views

Kompasindo.net, Bogor – FKKSMN adalah singkatan dari Forum Komunikasi Komite Sekolah & Madrasah Nasional yang baru berdiri tahun ini dan menurut sejarah berdirinya adalah diawali dengan sebuah pertemuan dengan komite SD, SMP, SMA dan Madrasah di SMA 1 Jakarta Pusat.

“Awalnya pertama kali berdirinya FKKSMN dimulai dari dipanggilnya ketua-ketua komite sekolah baik dari komite SD, SMP, SMA dan Madrasah untuk datang ke SMA 1 di Jakarta Pusat. Di sana diadakan pertemuan awal semua ketua-ketua komite, ternyata ada kesamaaan visi, misi dan kesamaan tujuan untuk bersatu, maka disepakati untuk nantinya akan mengadakan kongres nasional, maka pada awal tahun ini di bulan februari di adakanlah Kongres Nasional FKKSMN pertama di Wisma DPR RI di jalan Kalibata. Setelah hadir semua ketua-ketua komite seluruh Indonesia terpilihlah ketua umum yaitu DR. Ir. H. Rudi Dwi Maryanto dan dimana Sekjen nya adalah Nana Supriatna dan saya sendiri terpilih sebagai kepala bidang kesiswaan seluruh Indonesia” ungkap Ir. Agung Karang pada acara camping bela negara di Gunung Geulis Camp Area, Bogor pada hari kamis (13/06/2019).

Tujuan dari pembentukan FKKSMN adalah untuk mempersatukan ketua-ketua komite diseluruh Indonesia baik sekolah maupun madrasah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bangsa dan pendidikan.

“Tujuannya sangat mulia di bentuknya FKKSMN adalah untuk persatuan ketua-ketua komite seluruh Indonesia baik sekolah maupun madrasah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bangsa dan pendidikan, fokus nya pada pendidikan karena awal majunnya suatu bangsa dan bernegara di awali oleh dunia pendidikan” ujar Agung.

Menurut Agung total angggota FKKSMN di tahun 2019 ini adalah sebanyak lebih dari 300.000 orang dan tersebar di seluruh Indonesia dari sabang hingga merauke dan ketika awal pembentukan FKKSMN tidak ada penolakan sama sekali karena kegiatan FKKSMN sangat bermanfaat. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya berbagai kegiatan-kegiatan yang telah di laksanakan oleh FKKSMN terutama untuk memajukan dunia pendidikan.

“Karena semua kompak dan setuju semuanya menerima keberadaan FKKSMN ini dan sekarang sangat berfaedah (bermanfaat), terbukti dengan adanya kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh FKKSMN, walaupun umurnya katakanlah baru seumur jagung tapi sudah banyak sekali terutama kegiatan untuk memajukan pendidikan datang ke sekolah-sekolah memberi bimbingan konseling dan memberikan informasi kepada dunia pendidikan tentang rencana kita di dunia pendidikan, merombak ulang proses belajar mengajar di sekolah kita” lanjutnya.

Dalam pembentukan FKKSMN sendiri menurut Agung telah merencanakan untuk melakukan audiensi ke berbagai pihak terkait seperti Diknas DKI, pihak Gubernur dan DPR RI terutama yang membidani pendidikan.

“Kami rencanananya untuk audiensi sudah dilakukan ke Diknas DKI, kemudian ke pihak gubernur dan juga ke DPR RI sudah audiensi terutama yang membidani pendidikan dan dimana nanti rencananya kedepan kita akan merombak sistem pendidikan nasional kita, karena matinya suatu bangsa seperti yang tadi kami katakan di awal, diawali mulai dari dunia pendidikan” ucap Bapak Agung yang ketika dalam acara camping tersebut berpenampilan sangat rapih dengan salah satunya memakai batik bercorak warna coklat dan hitam.

Kegiatan FKKSMN telah banyak yang di lakukan di antaranya adalah melakukan konsolidasi, melakukan bimbingan dan konseling ke sekolah-sekolah dan lain-lainnya.

“Kegiatannya yaitu pertama melakukan konsolidasi organisasi karena masih baru, kedua melakukan bimbingan dan konseling ke sekolah-sekolah tentang bahaya narkoba, kemudian ceramah-ceramah tentang kenakalan remaja, bagaimana biar anak-anak jangan lagi tawuran terutama sekali jangan sampai salah pergaulan, yaitu yang sangat berbahaya adalah dihinggapi oleh narkoba” ujar Agung.

Kegiatan camping bela negara yang di laksanakan selama 3 hari (13-15 Juni 2019) di bogor ini merupakan acara dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta dan menurut Agung mempunyai berbagai tujuan yaitu di antaranya adalah mencintai tanah air, mempunyai jiwa gotong royong, jiwa kebersamaan dan lain-lain sebagainya.

Suasana pada acara kemah bela negara

“Untuk tujuan bela negara adalah supaya kita semua yang peserta disini mencintai tanah air, kemudian menggerakan supaya kita semua ini mempunyai jiwa gotong royong , mempunyai jiwa kebersamaan, persatuan dan kesatuan, memahami tentang adanya kebhinekaan kita dan memahami pancasila, UUD 1945 sehingga dengan memahami itu kita semua harus wajib bela negara. Itu merupakan hak dan kewajiban kita bela negara” ungkap Agung yang tetap energik walau usianya tidak muda lagi

FKKSMN sendiri di tahun 2019 ini mempunyai target agar terbentuk hingga tingkat kabupaten dan kecamatan sehingga jumlah anggotanya sekitar 46 juta orang di seluruh Indonesia.

“Targetnya adalah akan terbentuk sampai di tingkat kabupaten dan kecamatan sehingga jika kita hitung jumlah anggota keseluruhannya adalah sekitar 46 juta orang di seluruh Indonesia termasuk orang tua murid karena kita adalah persatuan orang tua murid komite-komite sekolah ini, yang dinamakan sebagai komite membawahi semua orang tua murid di sekolah dimana sekolah-sekolah saja ada 300.000 sekolah lebih” ujar pria berkacamata ini.

Agung juga berharap kedepannya dunia pendidikan di Indonesia berkembang maju, akuntable, keterbukaan, kejujuran dan terus mengikuti perkembangan teknologi yang sangat canggih

“Harapan ke depan yaitu dunia pendidikan Indonesia sudah berubah maju, cerdas, akuntable kemudian keterbukaan, kejujuran dan menghadapi teknologi yang global ini mengikuti perkembangan canggih” ujar Agung yang merupakan mantan Komisaris Besar (Kombes Pol.) di Polda Metro Jaya.

Agung sendiri berpesan untuk kepada masyarakat agar kita selalu tidak kenal menyerah untuk pendidikan baik untuk anak kita maupun diri kita karena menuntut ilmu itu tidak memandang umur dan juga tidak memandang status sosial.

“Pesannya adalah untuk seluruh masyarakat, sekolahkanlah anak anak, dan bagi yang belum walau sudah usia lanjut ada (program pendidikan penyerataan) paket A , paket B dan paket C, jangan kenal menyerah untuk pendidikan walaupun sudah berumur tetap sekolah dan belajar karena menuntut ilmu itu tidak memandang umur dan tidak memandang status sosial” ujar pria ramah dan humoris ini mengakhiri sesi wawancara. (dedi)

News Feed