oleh

Ketum PWRI, Dr. (C) Suriyanto MH,MKn: Persoalan Berbangsa dan Bernegara Harus Kita Dudukkan Dalam Perspektif Yang Benar

-Nasional-373 views

Jakarta,Kompasindo.net–Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, sebagai bangsa yang berdaulat, bermartabat dan berbudaya, harus menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang kondusif, aman, dan sejuk. Karena pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, dihadiri oleh sejumlah kepala Negara.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) DR.(c) Suriyanto PD,MH, MKn, Minggu, (20/10) di Kantornya bilangan Jakarta Utara.

“Mari kita sambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dengan penuh suka cita. Kita tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang besar yang mengedepankan nilai-nilai luhur budaya kita. Tak perlu ada intrik-intrik politik yang justru akan merusak citra bangsa kita sendiri di mata dunia,” tuturnya.

Diungkapkan Suriyanto, persoalan berbangsa dan bernegara ini, adalah tanggung jawab kita bersama, dan sebagai anak bangsa yang mencintai negerinya, kita harus mampu mendudukkkan persoalan berbangsa dan bernegara dalam perspektif yang benar.

Sebagaimana kita ketahui, sambung dia, persoalan kebangsaan dan kenegaraan Indonesia, sedang mengalami berbagai ujian. Krisis terjadi hampir dalam segenap aspek kehidupan. Hal ini berakar dari adanya krisis kepercayaan dan kepemimpinan secara stimultan, sehingga terjadi krisis kebangsaan dan kenegaraan.

“Ini yang harus kita sikapi bersama. Nilai-nilai kebangsaan Pancasila sebagai dasar Negara, idiologi Negara, falsafah Negara, falsahan hidup, way of life bangsa Indonesia, jati diri bangsa telah disembunyikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Konstruksi berbangsa dan bernegara yang benar, harus kita tegakkan kembali,” ujarnya.

Suriyanto menilai, bila hal tersebut terus dibiarkan, akan berakibat kebanggaan dan komitmen sebagai bangsa akan luntur. Hal ini, yang membuat celah bangsa kita mudah diadu domba, mudah dibentur-benturkan oleh kelompok-kelompok kepentingan tertentu.

“Sudah saatnya kita bangkit dan kembali kepada jati diri kita sebagai sebuah bangsa, bangsa yang besar yang mengedapankan nilai-nilai luhur budaya, dan menempatkan pluralias dan heterogenitas sebagai modal sosial. Jangan sampai Pancasila sebagai idiologi tercerabut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.(Rizal)

News Feed