oleh

Huawei dan BSSN Sepakati Kerja Sama Pengembangan Kapasitas di Bidang Keamanan Siber

-Nasional-326 views

Jakarta, Kompasindo.net- Huawei, perusahaan TIK terkemuka di dunia,mengumumkan ditandatanganinya nota kesepahaman dan kesepakatan kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tentang pengembangan keamanan siber terutama dalam rangka pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber, pembangunan kesadaran masyarakat terhadap keamanan siber, serta knowledge sharing terhadap ancaman-ancaman keamanan siber di dunia yang kian terkoneksi saat ini, melalui serangkaian capacity building berupa seminar dan workshop yang diperuntukkan bagi peserta dari beragam sektor dan industri, dari pemerintahan, bisnis, komunitas, akademisi, hingga masyarakat umum.

Teknologi memiliki peran penting bagi kehidupan digital yang kini makin serba terhubung, terlebih
dengan kehadiran teknologi 5G yang sudah di depan mata. Teknologi 5G diprediksi akan membawa dampak perubahan yang signifikan, sekaligus menjadi fondasi dan pembangkit di
setiap lini, mulai dari pengembangan kota pintar, pabrik manufaktur pintar, hingga kantor pintar, dan di berbagai bidang yang lain. Kehadirannya menjadi keniscayaan yang harus dimanfaatkan secara optimal.

Data terakhir menunjukkan penetrasi Internet di Indonesia telah mencapai angka 171 juta. Angka tersebut memperlihatkan makin terkoneksinya setiap lini kehidupan. Namun di sisi lain, kehidupan yang serba terhubung tersebut membawa risiko tersendiri terhadap keamanan lalu lintas
informasi, seperti munculnya ancaman serangan siber serta upaya-upaya pembobolan data.

Terdapat laporan yang menyebutkan bahwa selama tahun 2018, lebih dari 200 juta serangan siber dilancarkan mengarah ke Indonesia.

Pertengahan tahun ini, Presiden Joko Widodo mengemukakan visinya dalam mempercepat
perencanaan dan pengembangan ibu kota baru yang pintar di Kalimantan Timur.

Rencananya,ibu kota baru tersebut akan dibangun secara modern sebagai sebuah kota pintar yang berpijak diatas fondasi inovasi dan teknologi masa depan.

Pembangunan ibu kota baru yang cerdas yang serba terkoneksi diharapkan akan membawa harapan terhadap pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan beragam peluang sosial lainnya. Namun di sisi lain, keterhubungan digital di ibu kota baru tidak bisa dipungkiri juga membawa risiko ancaman keamanan dan privasi data yang perlu kita
antisipasi dari sekarang.

Jacky Chen, CEO, Huawei Indonesia mengatakan, “Kesadaran serta pemahaman masyarakat
terhadap keamanan dan pendeteksian dini terhadap ancaman siber penting untuk terus
ditingkatkan seiring dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam menerbitkan regulasi untuk
mewujudkan keamanan siber yang makin solid. Hal yang juga tidak kalah pentingnya adalah
kebutuhan terhadap strategi keamanan siber yang didukung oleh manajemen risiko yang cerdas yang mampu mengantisipasi segala bentuk ancaman terhadap keamanan siber dalam rangka
melindungi sektor-sektor penting di industri maupun obyek-obyek vital nasional.” Ujarnya di Jakarta, 29/10/2019

Ia melanjutkan, “Agar selalu berada di garis terdepan dalam upaya memperkuat keamanan siber,
dibutuhkan pola pikir selangkah lebih jauh. Hal ini menuntut peran serta komitmen dari seluruh
pihak untuk mengubah cara pandang dan menerapkan langkah-langkah strategis yang lebih
konkret dalam upaya memperkokoh keamanan, mengantisipasi isu-isu terkait privasi, membangun
kesadaran masyarakat, serta dalam menghadirkan solusi-solusi perlindungan dan keamanan
siber.”

Kehadiran teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI) saat ini tidak bisa dimungkiri lagi.
Di masa depan, teknologi AI akan hadir di setiap lini dan membawa risiko yang signifikan di bidang
keamanan komputasi. Namun, di sisi lain, AI juga dapat dimanfaatkan sebagai peranti yang
esensial dalam membangun sistem pertahanan siber, dari pengembangan sistem deteksi dini
malware, hingga mengantisipasi setiap serangan yang dibidikkan ke jaringan komputasi. Perannya
signifikan dalam memperkokoh strategi keamanan siber, serta dalam upaya meningkatkan skala
respons terhadap ancaman keamanan. Ini dapat terwujud berkat kapabilitasnya yang mampu
menganalisis, mengobservasi, hingga mendeteksi adanya indikasi kejanggalan di jaringan secara
cerdas.

Penandatanganan nota kesepahaman dan kerja sama hari ini menandai komitmen BSSN dan
Huawei dalam berperan serta dalam membangun ruang siber yang cerdas dan aman, sekaligus
sebagai upaya dalam meningkatkan kepercayaan digital (digital trust) di Indonesia. Ini sejalan
dengan visi yang diemban oleh BSSN dalam mengupayakan terwujudnya keamanan siber nasional
secara efektif dan efisien melalui pendayagunaan, pengembangan, serta pengonsolidasian
seluruh elemen keamanan siber.

Letjen Purnawirawan Hinsa Siburian, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara
mengatakan, “Kerja sama yang terjalin antara BSSN dan Huawei dalam menyelenggarakan
kegiatan-kegiatan edukatif seperti pertukaran informasi, lokakarya, dan pelatihan di bidang
keamanan siber merupakan bentuk komitmen kami dalam pengembangan sumber daya manusia
di bidang keamanan siber. Kerja sama ini juga diharapkan menjadi sarana kolaborasi dalam
pengembangan riset di bidang keamanan siber yang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi
dan kapabilitas personil maupun teknologi demi terwujudnya keamanan siber nasional yang kokoh.”

Menyusul ditandatanganinya nota kesepahaman dan kesepakatan kerja sama, Huawei bersama
BSSN akan menggelar serangkaian seminar pengembangan kapasitas untuk meningkatkan
kesadaran akan pentingnya memperkokoh keamanan siber di lintas sektor dan industri.
Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen Huawei dalam mendukung terbangunnya standar
keamanan dan privasi data menuju era 5G yang kian terkoneksi.

Sebagai perusahaan ICT global terkemuka dunia, Huawei telah mengembangkan serangkaian
produk serta teknologi mutakhir yang dapat mendukung sistem deteksi dini nasional maupun
inisiatif-inisiatif lain yang digagas oleh BSSN dalam upaya mewujudkan ruang siber Indonesia
yang kian aman.(Dadang)

News Feed