oleh

Semangat Sumpah Pemuda 1928 Menghadapi Ancaman Saat Ini Terhadap Nasionalisme Pemuda/i Dan Rakyat Indonesia

-Teknologi-248 views

Jakarta,Kompasindo.net- Pada hari Sumpah Pemuda ini yang jatuh tanggal 28 Oktober 2019, dimana Diviisi Humas Polri mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema “Semangat Sumpah Pemuda 1928 Menghadapi Ancaman Saat Ini Nasionalisme” yang diadakan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta dengan menghadirkan para pembicara yang berkompeten dan profesional yaitu : Syahar Diantono sebagai Karo PID Divisi Humas (menggantikan Irjen. Muhammad Iqbal (Kepala Divisi Humas) yang tidak bisa hadir), Moh. Sabri (Direktur BPIP), Brigjen Pol Edy Setyo, Bonnie Triyana (Pemred Majalah Historia), Addie MS (Pendiri Twilite Orchestra), Sukmawati Soekarnoputri (Putri Presiden Soekarno) dengan di moderator Fristian Griec (Jurnalis MetroTV)

Indonesia merupakan bangsa yang merdeka dengan perjuangan para Pahlawan pendahulu, Kemerdekaan Indonesia tak diraih dengan mudah hidup dibawah imperialisme membentuk karakter bangsa yang bersatu dalam membentuk karakter bangsa yang bersatu dalam menciptakan perlawanan guna menumpas penjajah, fakta historis tersebut telah membentuk dan menumbuhkan jiwa nasionalis dan patriot sehingga rasa syukur harus ditumbuhkan oleh setiap individu sebagai bentuk rasa terimakasih atas jasa para Pahlawan.

Dalam perjuangan Kemerdekaan pemuda/i, pemuda merupakan salah satu unsur yang turut andil dan mengambil peran, hal tersebut terbukti dalam ikrar Sumpah Pemuda 1928, ikrar tersebut menjadi dasar bentuk semangat pemuda/i yang senantiasa mengawal perjuangan bangsa dari pra-Kemerdekaan sampai dengan saat ini. Dengan ini pemuda menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari suatu bangsa.

Diera Globalisasi ini, pemuda/i diuji oleh Teknologi membuka ruang teknologi dan informasi seluas mungkin, apabila pemuda tidak dapat menyaring kemajuan diera globalisasi jiwa nasionalis dan patriot dapat terkikis seiring berjalannya waktu dengan terbangunnya sifat individulis pada era globalisasi telah menjadi momok karna dapat mengancam nasionalisme pemuda. Guna menghadapi berbagai tantangan pada era globalisasi dan permasalahan baru bagi pemuda/i, mereka tetap harus menjaga semangat Sumpah Pemuda sebagai roh perjuangan yang pernah diikrarkan oleh pemuda/i pada tanggal 28 Oktober 1928 yang mengaku : bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia.

Berawal dari kesadaran tentang pentingnya pembahasan mengenai semangat Sumpah Pemuda, maka sosialisasi ini perlu digencarkan kepada pemuda/i dengan harapan pemuda dapat berdiskusi untuk membentuk semagat Sumpah Pemuda diera globalisasi. Sosialisai mengenai semangat Sumpah Pemuda dilakukan oleh berbagai intansi dan lembaga negara yang saling bersinergi tidak terkecuali dengan Kepolisian Republik Indonesia.

Peran Kepolisian RI saat ini menjadi hal terpenting dalam pembentukan karakter bangsa dan bernegara untuk generasi pemuda penerus bangsa yang tangguh, berkarakter, mandiri dan rela berjuang untuk kepentingan bangsa dan negaranya. Rela berkoban untuk menanggalkan ego dan kepentingan pribadinya demi kepentingan lebih besar yaitu menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan negara NKRI seperti yang pernah dilakukan para pendahulu kita.

Divisi Humas Polri sebagai satuan kerja di Polri yang memiliki fungsi menyalurkan informasi dan kebenaran kepada masyarakat harus memainkan peran dan turut andil dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas dan memiliki jiwa nasionalisme untuk bangsa dan negara. Polri mengajak masyarakat dan generasi penerus bangsa untuk bersama-sama bergotong royong, memelihara Kamtibmas guna menjauhi hal-hal yang dapat merusak keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI.

Bagaimanapun seluruh lapisan masyarakat dapat memaksimalkan perannya agar penggunaan Media Sosial pada era milenial ini dapat berjalan dengan baik, aman dan menyejukan bagi masyarakat Indonesia.
Dengan adanya sosialisai dan dialog penguatan internal Polri dalam membangun reputasi penegak hukum yang terpecaya di berbagai hal termasuk dalam mengobarkan kembali semangat Sumpah Pemuda 1928.

Polri dapat memiliki peran dalam memberikan sosialisasi dan pendidikan untuk melakukan himbauan mengenai semangat Sumpah Pemuda dan mengedepankan Divisi Humas Polri sebagai ujung tombak guna memberikan edukasi, menyalurkan informasi dan kebenaran kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.(Dadang)

News Feed