oleh

DR Hj Nur Azizah : UMKM ADALAH PAHLAWAN

-Daerah-294 views

Bogor, kompasindo.net – Sambutan DR.Hj Nur Azizah putri wapres RI dalam wisuda LPK SNur dan pelantikan DPC APWMI di Pajajaran Suite Convention Center Bogor (10/11/2019)

1. UMKM bisa dikatakan sebagai roda penggerak perekonomian negara Indonesia. UMKM berkontribusi besar terhadap perkembangan dan pertumbuhan negara ini. Jumlah UMKM di Indonesia mencapai 99,9 persen dari total unit usaha di Indonesia. Artinya UMKM adalah tulang punggung perekonomian negara. Bukan hanya tulang punggung tapi tulang kaki, tulang tangan dan lain-lain.

2. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia melansir Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB) Tahun 2016-2017, dimana UMKM berjumlah sebesar 62.922.617 unit usaha pada tahun 2017, sedangkan Usaha Besar hanya berjumlah sebesar 5.460 unit usaha.
Ini berarti jumlah UMKM pada tahun 2017 berjumlah sebesar 62.922.617 unit dari 62.928.077 unit usaha yang ada di Indonesia, atau memiliki persentase sebesar 99,9 persen.

3. Persoalan UMKM biasanya tidak jauh dari 10 hal sebagai berikut:
(1) Minimnya modal usaha,
(2) Tidak tahu cara mengembangkan bisnis,
(3) Lemah dalam inovasi produk,
(4) Kesulitan mendiatribusikan produk,
(5) Pemasaran online belum maksimal,
(6) Branding lemah, (7) Kurang pandai menjaga loyalitas pelanggan,
(8) Lemahnya pembukuan,
(9) Tidak punya mentor bisnis,
(10) Tidak punya perijinan resmi.

4. Kontribusi pengusaha perempuan terhadap PDB Indonesia hanya mencapai 9,1%, sedangkan sumbangan ke ekspor masih di bawah 5%. Sehingga tugas kita adalah membuka ruang untuk mendorong peran perempuan dalam ekonomi.

5. Namun dalam hal kepemilikin UMKM, perempuan mencapai 51% dari jumlah pengusaha kecil dan 34% dari usaha menengah dimiliki perempuan. Data Bank Dunia 2016 menunjukkan rasio kepemilikan usaha wanita di Indonesia lebih tinggi dibandingkan di dunia, terutama pada UMKM.

6. Perkembangan teknologi digital saat ini merupakan peluang yang akan memudahkan perempuan berkontribusi dalam kegiatan ekonomi.

7. Hanya saja dalam pengembangan ekonomi ke depan kita harus mengutamakan strategi klaster. Keterampilan individu harus mulai diarahkan dalam klaster sebagai pendukung.

8. Kluster industri dalam pengembangan ekonomi adalah salah satu konsep untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan efisiensi dalam proses produksi.

9. Hal ini dikarenakan kluster industri memiliki beberapa manfaat untuk ekonomi wilayah, seperti meningkatkan keahlian melalui proses pembelajaran bersama antar perusahaan yang potensial yang ada di dalam kluster. Perusahan yang berkerja sama di kluster industri mendapat keuntungan dan keahlian yang tidak didapatkan jika bertindak sendiri, memperkuat hubungan sosial dan informal, membangun infrastruktur profesional dan legal.

10. Kembali ke soal UMKM, ibarat bangunan dia adalah bangunan tahan gempa, yang pada dirinya terdapat konstruksi anti gempa. UMKM sudah membuktikan dirinya tetap bertahan saat krisis terjadi.
Ada beberapa hal yang membuat dia tahan krisis:

Pertama, umumnya UMKM menghasilkan barang konsumsi dan jasa yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Kedua pelaku usaha UMKM umumnya memanfaatkan sumber daya lokal, baik itu untuk sumber daya manusia, modal, bahan baku, hingga peralatan.
Artinya, sebagian besar kebutuhan UMKM tidak mengandalkan barang impor.

Ketiga, umumnya bisnis UMKM tidak ditopang dana pinjaman dari bank, melainkan dari dana sendiri.

Dengan demikian UMKM adalah garda terdepan pembangunan ekonomi kita, dan harus mampu memenangkan perang melawan krisis dan keluar sebagai pahlawan.

Apwmi dan LPK SNur Grup hadir untuk memberi solusi dg pelatihan pemberdayaan SDM dan penyertaan Modal Usaha serta pendampingannya. (Red)

News Feed