oleh

KPAI Menyelenggarakan Kegiatan Halaqoh Perlindungan Anak

-Nasional-272 views

Jakarta, Kompasindo.net- Bertempat di Redtop Hotel, Jl. Pecenongan No.2 Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)menyelenggarakan kegiatan Halaqoh Perlindungan Anak dengan tema “Peran Tokoh Agama Dalam Membangun Budaya Perlindungan Anak, Untuk Mewujudkan SDM Unggul”. KPAI adalah Lembaga Negara Independen yang memiliki tugas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 35 tahun 2014 Tentang Perubahan Undang-Undang No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Berdasarkan pasal 76 KPAI memiliki tugas: (1) Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan anak; (2) Memberikan masukan dan usulan dalam perumusan kebijakan tentang penyelenggaraan Perlindungan Anak; (3) Mengumpulkan data dan informasi mengenai Perlindungan Anak; (4) Menerima dan melakukan penelaahan atas pengaduan masyarakat mengenai pelanggaran Hak Anak; (5) Melakukan mediasi atas sengketa pelanggaran Hak Anak; (6) melakukan kerjasama dengan lembaga yang dibentuk masyarakat dibidang perlindungan anak; dan (7) memberikan laporan kepada pihak berwajib tentang adanya dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang ini.

Dr. Susanto, MA
Ketua KPAI mengatakan, pada saat wawancara di depan para awak media. “Sementara tokoh agama mempunyai peran sentral atau tokoh agama itu multi peran, selain dia punya peran pendakwah, pendidik, juga sebagai tempat untuk share berbagai hal.”

Oleh karena itu kenapa kami menyelenggarakan acara ini agar para tokoh agama itu bisa menjadi pelopor perlindungan anak di komunitas-komunitasnya baik di pesantren maupun di komunitas yang lain.

Dengan peran tokoh agama ini tentu kita harapkan kepeloporan anak makin tinggi, dan kasus kekerasan semakin rendah. Pertama bagaimana membangun karakter anak ini semakin hari semakin baik apa lagi ini menjadi proritas negara dan kedua kita harus pastikan bahwa budaya perlindungan anak ini harus tumbuh di masyarakat, baik di lingkungan keluarga maupun hubungan sosial terkecil, lingkungan RT dan RW baik di majelis taklim.(Dadang)

News Feed