oleh

PENUTUPAN MUKERWIL ke 1 Provinsi DKI Jakarta& MUNAS KE 2 & MILAD KE 22 GPMI

-Teknologi-252 views

Jakarta, KOMPASINDO.NET – Penutupn Mukerwil ke 1 Provinsi DKI Jakarta, Munas ke 2 dan Milad ke 22 Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) dengan Tema: “Merawat Nusantara, Merajut Persaudaraan dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika” ditutup pada hari minggu (1/12/2019).Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu (30/11/2019) di JIEP, Jalan Kayu Putih No.1,

Dalam Sambutannya Ketua DKI Jakarta Syarief Hidayatullah mengatakan kegiatan kami didukung penuh oleh Kesbangpol DKI Jakarta semoga Diskusi Publik ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan pemasukan sains dan pengalaman-pengalaman yang bermanfaat dari narasumber yang hadir dalam acara yang bermanfaat bagi kita semua, ”katanya.

Sementara itu Stanislaus Riyanta Pengamat Intelijen dan Keamanan mengatakan kita bersaing dengan Cina teknologi kita kalah dengan Cina, contoh Kereta cepat kita kalah, dan kita sekarang sedang berjuang energi, dan dari semua lini kita diserang Cina, energi, teknologi dan kita sekarang terancam, ”jelasnya .

Ia melanjutkan saya memiliki harapan besar kepada GPMI yang besar dan memiliki kekuatan yang lebih kuat, sehingga dapat membuat kebijakan-kebijakan yang dapat mewakili umat Muslim, ”paparnya.

Kita harus menguasai politik dan kebijakan kita akan sia-sia saja dan akan menghancurkan kedepannya dan kita merusak nasional, ”tambahnya.

Tambahnya, saya anggap gerakan di Papua yang menakut-nakuti pekerja proyek dan melawan itu terorisme, dan itu nyata kita tau banyak yang tahu bukan padahal itu terorisme melawan dan menakut-nakuti warga dan pekerja proyek yang sedang melakanakan kita sebut terorisme, ”tegasnya.

Sementara itu Arum Basuki Direktur Riset Jaringan Indopolling menjelaskan selama negara mwmmberikan ruang untuk masyarakat untuk berserikat dan tujuan GPMI ini kita lihat Muslim melihat Persaudaraan dengan semua orang yang dikedepankan dan kita melihat Muslim yang sesuai dengan daerah, di mana kita bisa merajut persaudaraan dan keberadaan kesolidan dari semua muslin, ”paparnya.

Di Indonesia kita melihat GPMI sangat mendukung kegiatan umat dan GPMI membutuhkan partisipasi diskusi lagi untuk.menguatkan sesama muslim dan dengan sesama organisasi muslim lainnya, jangan sampai terpecah-pecah GPMI dapat merefleksikan gerakan-gerakan yang akan memecah petsaudaraan muslim di Indonesia, ”jelasnya

Ketum PB GMPI KH Aslih Ridwan mengatakan bahwa ada perbedaan antara sinergitas dan saling bahu, mengapa ada pekerja yang bekerja di Indonesia, terutama pekerja kasar, tukang batu, membuat orang bekerja, dan mwmbuat, ketuk pekerja, dari yang ditawarkan, dan belum ada kedewasaan politik dan memusuhi lawan politikya yang jelas ditampakkan jelas, GPMI saling mendukung dan mendukung rasa solidaritas umat lain dan saling mempertahankan diri, saling menolong sesama umat manusia, semangat GPMI berkait dengan kaum marginal yang ada di Indonesia, ”jelasnya (M.S.Rizal)

News Feed