oleh

IDEAS Dan DOMPET DHUAFA Gelar Indonesia POVERTY OUTLOOK 2020, Penangulangan Kemiskinan Berbasis Pertumbuhan Ekonomi

-Ekbis-279 views

Jakarta,Kompasindo.net- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin di lndonesia pada Maret 2019 mencapai 25,14 juta jiwa atau sekitar 9,82% dari total penduduk. Jumlah tersebut  berkurang 530 ribu jiwa dibandingkan posisi September tahun lalu dan menyusut 805 ribu jiwa dibandingkan posisi Maret tahun Ialu. (Senin, 9/12)

Peran berbagai lapisan masyarakat dalam membantu Pemerintah menanggulangi kemiskinan patut diapresiasi bersama. Beraneka ragam situasi dan kondisi Ekonomi yang melanda negeri, mendorong Dompet Dhuafa menyelenggarakan diskusi Indonesia Poverty Outlook 2020, pada Senin, 19 Desember 2019 di Auditorium Adhiyana Wisma Antara, Jakarta. Tema yang diangkat yaitu Peta Strategi Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pertumbuhan Ekonomi (Pro-Poor City Index).

Inisiator dan Ketua Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi menyatakan peran Dompet Dhuafa selama 26 tahun berdiri, dalam pengentasan kemiskinan. “Melihat pengentasan kemiskinan harus berarti pemberdayaan orang miskin (kaum dhuafa). Untuk itu, perlu debirotikrasi, efisiensi
dan kemandirian,”.

“Dompet Dhuafa dalam menerapkan kegiatannya melakukan profetik filantropreneur (prophetic philanthropreneur) yang dijabarkan dalam prophetic socio-technopreneurship (wirausaha sosial profetik) untuk memutus Iima lingkaran kemiskinan. Salah satunya dengan program Dari Desa, Demi Desa yang merupakan percikan gagasan untuk memakmurkan desa, tempat bermukim mayoritas orang miskin di Indonesia (Prawacana Desa Development Index),” tambahnya.

Data kajian Lembaga Think Tank bentukan Dompet Dhuafa, IDEAS menyatakan pertumbuhan garis kemiskinan yang rendah sepanjang 2016-2019. Di satu sisi menggambarkan keberhasilan pengendalian harga komoditas kebutuhan pokok, namun di saat yang bersamaan juga menggambarkan kenaikan pengeluaran rumah tangga miskin yang dipicu oleh bantuan sosial. Dalam 4 tahun terakhir (Maret 2015 Maret 2019) 3,45 juta penduduk mampu keluar dari kemiskinan. Namun demikian, pencapaian ini lebih rendah dari target RPJMN yang mematok
target angka kemiskinan 7-8 persen pada 2019.

Namun, pemberantasan kemiskinan tidak mutlak menjadi tugas pemerintah saja. Lembaga sosial yang fokus pada pemberdayaan masyarakat pun turut ambil bagian. Sa|ah satunya Dompet Dhuafa. Sebagai Iembaga yang mengelola dana islam social (social lslamic fund), Dompet Dhuafa sangat konsen dalam upaya pemberdayaan kaum dhuafa, baik ekonomi, kesehatan, pendidikan maupun pelayanan sosial kemasyarakatan. Semua dilakukan agar kaum dhuafa dapat dengan mudah dalam mendapatkan akses pelayanan. Melalui Poverty Outlook 2020 ini, diharapkan dapat menjadi acuan dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan upaya pengentasan kemiskinan di tahun yang akan datang baik bagi pemerintah maupun pihak swasta yang memiliki fokus di bidang kemiskinan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberi pandangan dan masukan terkait program yang telah dijalankan oleh pemerintah maupun lembaga Iainnya, serta kebijakan yang telah ada terkait upaya penanggulangan kemiskinan.

Tentang DOMPET DHUAFA

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirIaba milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf), serta dana Iainnya yang halal dan legal dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Selama 26 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.

News Feed