oleh

HARI PEDULI SAMPAH 2020 Kurangi Timbunan Sampah 7.702 Ton/Hari Jakarta Perkuat Kolaborasi

-Jabodetabek-238 views

Jakarta,Kompasindo.net- Tragedi meledaknya gunungan sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Leuwigajah, Jawa Barat 21 Februari 2005 silam, meruntuhkan ribuan ton sampah hingga menimbun dua desa dan merenggut 157 jiwa. Peristiwa bencana longsor
sampah terbesar ke-2 di dunia ini, diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020. DKI Jakarta menyadari, pada tahun ke-15 HPSN, potret tata kelola sampah yang berakhir di pembuangan akhir harus diubah. Diperlukan skema baru agar sampah tak
menjadi monster. Pemprov DKI Jakarta telah menerbitkan Peraturan Gubernur No. 65 Tahun 2019 tentang Penugasan kepada PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (“Jakpro”) dalam Penyelenggaraan Fasilitas Pengolahan Sampah Antara di Dalam Kota atau ITF (Intermediate Treatment Facility) sebagai upaya mengatasi timbulan sampah yang mencapai 7.702 ton* perhari di tahun 2019 yang berakhir di Bantar Gebang. Volume ini bisa terus melaju seiring pertumbuhan demografi dan kegiatan perekonomian. PT Jakpro yang merupakan BUMD DKI Jakarta, bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan Dinas Kominfotik Provinsi DKI Jakarta membuka kemudahan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk ditandai Preliminary Market Sounding untuk Pembangunan ITF, diselenggarakan hari ini Rabu (19/2/2020).

ITF merupakan pengolahan sampah modern dengan teknologi tepat guna, ramah
lingkungan, berkelanjutan, memberikan benefit lebih baik bagi masyarakat dan layak secara ekonomi. Proyek ini bertujuan mereduksi sampah (municipal solid waste/MSW) setidaknya 80% dari total kini, dengan teknologi tepat guna dan ramah terhadap lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Bantar Gebang, serta strategi pengurangan dan penanganan sampah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Dalam penggunaan teknologi, syarat penting yang diamanatkan dalam Pergub bahwa teknologi harus berbasis ramah lingkungan,” ujar M. Hanief Arie Setianto, Direktur Pengembangan Bisnis PT Jakpro. Guna memenuhi ketentuan tersebut, Jakpro berkolaborasi
dengan BPPT dalam pra studi kelayakan pada Q1/2020 hingga pertengahan Q2/2020
bersama konsultan global. “Preliminary Market Sounding merupakan awal dari penerimaan dan proses review proposal minat kolaborasi para calon mitra strategis, paralel dengan
proses pra studi kelayakan,” lanjut Hanief.(Hasan Wadjo)

News Feed