oleh

KSPI adakan Preskon Bahas Aksi Buruh dan Pernyataan KSPI Terkait Virus Corona

-Jabodetabek-213 views

Jakarta,Kompasindo.net-Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengadakan Preskon yang diselenggarakan, pada Kamis (5 Maret 2020) diadakan di Hotel Mega Proklamasi, Kec Menteng, Kota Jakarta Pusat.

Adapun Preskon dengan Agenda:

1. Penjelasan aksi 50 ribu buruh bersamaan dengan Sidang Paripurna DPR RI tanggal 23 Maret 2020 dan serentak di 20 provinsi yang lain.

2. Pernyataan sikap KSPI terkait ditemukannya virus corona di Indonesia.

Konferensi Pers ini akan dihadiri Presiden KSPI Said Iqbal dan pemimpin serikat pekerja yang lainnya, diantaranya Serikat Pekerja Antara, Indosat

Menurut perwakilan dari Serikat Pekerja Kantor Berita LKBN Antara Gofur mengatakan adanya ketimpangan-ketimpangan yang menimpa para pekerja, sekitar 55 orang yang mengalami PHK dengan tidak sesuai dan akhirnya mereka tidak cukup untuk hidup sekarang ini, “katanya.

Adanya mutasi diiringi dengan Demosi yang tidak sesuai dengan dana Tantiem yang tidak banyak, adanya penyalah gunakan keuangan negara dari Direksi untuk kepentingan sendiri, dan masih banyak lagi masalah Ketenagakerjaan dan Direksi yang tidak patut terhadap UU dan Regulasi negara, dan membuat masalah, “katanya.

Antara dan Indosat adalah anggota ASPEK Indonesia, yang dipimpin oleh ibu Sumirah, mengatakan bagaimana saat ini pimpinan perusahaan membuat PHK sepihak, dan ada Serikat Pekerja dan kami meminta kepada pemerintah agar adanya pengawasan bagi para pekerja,dan menjadikan pekerja dapat bekerja dengan baik dan sejahtera, kami sayangkan dengan adanya Indosat yang sudah didatangi Anggota DPR, namun belum ada yang dijatuhi, dan ada dugaan dimiliki oleh orang kuat didalam ya dan adanya PHK sampah yang tidak melihat lagi hak-hak Azasi Manusia,dan adanya pembungkaman media oleh petinggi Indosat, banyak ritel yang tutup, dan sektor jalan tol sudah PHK 20000 orang lebih, situasi sudah parah dan banyak korban dengan adanya RUU Omnibus Law, dan adanya rasa takut dari karyawan yang akan di PHK,”jelasnya.

Sikap aspek terhadap Corona, kami menyampaikan para pekerja yang generasi di. Medis sangat khawatir dengan alat perlindungan diri dan ambulans belum canggih sehingga akan terjadi penularan virus Corona, Indonesia membuka lebar-lebar bagi tenaga kerja asing masuk ke Indonesia lebih banyak sekarang masuk ke Indonesia, contoh di Cikarang ada 3000 lebih tenaga asing, dan virus corona harus kita anggap serius dan kami sudah membahas di internal kami tentang RUU Omnibus Law, yang sangat merugikan para pekerja,, “Jelas Mirah Sumirah. (Red)

News Feed