oleh

PPI Curug Tuan Rumah Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan 2020 ke XII

-Penkes-217 views

Tangerang,Kompasindo.net-Men Sana In Corpore Sano artinya didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, begitulah kata pepatah yang harus kita yakini bahwa memelihara kesehatan tubuh kita akan mendapatkan tubuh yang kuat dan berenergi, seperti yang sekarang para Tunas Bangsa yang mengadakan Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan tahun 2020 yang diadakan di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug Tangerang, Jum’at (6/3/2020).

Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan 2020 (OPTK) adalah ajang bergengsi yang diadakan para mahasiswa perguruan Tinggi Kedinasan Seluruh Indonesia dengan tujuan mempererat tali silaturahmi para mahasiswa yang menuntut ilmu di Perguruan Tinggi Kedinasan ini.

Acara pertama adalah Laporan Ketua Panitia Taruna Farrel Indra Tama mengatakan tujuan dari dilaksanakannya Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan ini adalah bukan untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah tetapi menciptakan tali silaturahmi antar Perguruan Tinggi Kedinasan dimana kelak akan kita pergunakan 5 atau 10 yang akan datang,

Dalam sambutannya Direktur PPI Curug Capt.Avirianto S. Spd, MM mengatakan saya disela-sela kesibukan saya, menyempatkan diri hadir dalam Pembukaan Olimpiade OPTK yang ke XII ini, dan saya menganggap penting Forum yang setiap tahun dilaksanakan, saya berharap memori, kesan serta semangat kebersamaan itu tidak akan putus hanya dalam waktu 4 hari, dan akan membentuk semangat untuk membawa bangsa kearah kemajuan yang lebih tinggi dan bisa terpatri dalam bentuk patriotik dalam bentuk silaturahmi, dalam bentuk persamaan demi kemajuan bangsa dan negara lebih panjang lagi kegiatannya,”katanya.

Saya anggap penting karena bangsa ini maju jika generasi mudanya maju dan penuh Sportifitas maju, dan saya mendukung apa yang disampaikan oleh Forum DPP FMKI dengan dua Revolusinya, yang pertama apa yang telah dideklarasikan PPI Curug yakni STOP Kekerasan, kita harus ubah stigma di masyarakat bahwa Sekolah Tinggi Kedinasan itu identik dengan kekerasan, kita berikan bukti bukan kata-kata, “katanya.

Kalau dunia sudah maju tapi kita masih prihatin dalam hal ini tindakan kekerasan yang turun temukan dilakukan, setiap penyerahan Pataka, dan alat drum Band itu masih dilakukan dan. Menurut saya itu primitif dan ini masih dipertahankan padahal teknologinya sudah berubah, dan ini sudah harus berubah dan bukan sesuatu yang dibanggakan, dan pastinya pelakunya akan menyesal, maka saya tegaskan STOP kekerasan pada semua Perguruan Tinggi Kedinasan,”jelasnya.

Yang kedua yaitu Sekolah Tinggi Kedinasan umumnya kerja di Pemerintahan, walaupun banyak juga yang tidak di pemerintahan, akhirnya jika bekerja akan korupsi dan kita STOP budaya korupsi atau budaya instan, kalau mau kaya bisa yaitu kerja, anda harus buktikan dulu selama proses menjadi Taruna anda harus menghapus budaya instan,”paparnya.

Sementara itu Sambutan dari Ketua Umum FMKI Fajar Putra Setia menyampaikan setiap program-progam kerja yang mengikuti OPTK pada tahun 2018 berjumlah 22 PTK mengikuti OPTK pada tahun 2019, diikuti 28 PTK dan pada tahun 2020 diikuti 31 PTK, ini merupakan prestasi, merupakan penghargaan atas hasil kesepakatan nasional yang telah kita sepakat bersama, dan merupakan aset dari Mahasiswa Kedinasan seluruh Indonesia, saya ucapkan terima kasih banyak atas kerjasamanya atas hubungannya pimpinan Politeknik Penerbangan Indonesia, seluruh jajaran Detasemen Taruna PPI dan Manajemennya, kekuatan yang besar hadir dari tanggung jawab yang besar dan Perguruan Tinggi Kedinasan Indonesia telah mengambil tanggungjawab yang besar memiliki kajian strategis yang sifatnya insidensil, FMKI mempunyai program kerja sebagai pengabdian masyarakat, FMKI mempunyai program kerja Deklarasi-deklarasi, anti rasisme, anti narkoba, kampus PPI ini telah mendeklarasikan sebagai kampus yang mendukung penuh anti kekerasan, dan FMKI hadir mengabdi untuk negara dengan jiwa dan integritas untuk membantu negeri ini, “kata Fajar.

Dalam sambutannya Kepala Badan BPSDM Kementerian Perhubungan RI, Ir. Sugihardjo, MSi menyampaikan acara rutin OPTK ini adalah dalam rangka kebersamaan diantara perguruan Tinggi Kedinasan 2020, acaranya setiap tahun diselenggarakan dalam bentuk olahraga dan kali ini yang menjadi tuan rumahnya di PPI (Politeknik Penerbangan Indonesia) Curug yang ke XII tahun 2020, bahwa ini yang terbesar dengan jumlah sebanyak 31 Kontingen yang mempertandingkan 20 cabang olahraga dengan jumlah peserta mencapai 2568 peserta dan saya sebagai Kepala Badan mementingkan hadir kesini karena masa depan Indonesia terletak pada generasi muda, dan ini generasi muda yang akan mengatur negara yang umumnya perguruan Tinggi Kedinasan itu akan bekerja di sektor pemerintahan, sehingga ada yang berperan sebagai regulator ada juga yang berperan sebagai Agent Of Development ada juga sebagai Penegakan Hukum, “katanya.

Ia melanjutkan supaya bangsa ini bersatu, supaya pemerintah bisa efektif, maka kata kuncinya kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri, masing-masing Kementerian sendiri-sendiri tidak boleh lagi ego sektoral, jadi saya berharap walaupun acaranya itu 4 hari, tapi memori, kenangan baik, networkingnya bisa berlangsung lebih lama dari penyelenggaraan Olahraga ini, bisa dilanjutkan saat mereka sama-sama bekerja karena itu Indonesia Birokrasinyabertele-tele tapi kalau personal kenal maka akan lebih cair, saya sangat menitipkan adanya kebersamaan diantara ini dan saling bersama olahraga itu akan melahirkan Sportifitas- sportifitas tidak akan lahir tanpa ada kejujuran dan sikap respon terhadap orang yang berprestasi,”jelasnya.

Saya menyampaikan dalam kesempatan ini dari DPP FMKI menyampaikan punya semangat revolusi untuk Perguruan Tinggi Kedinasan ada 2, yang pertama mereka mendeklair STOP Kekerasan disesuaikan sekolah Perguruan Tinggi Kedinasan kalau selama ini ada anggapan Sekolah Perguruan Tinggi Kedinasan identik dengan kekerasan saya sampaikan dunianya sudah berubah resolusi sudah 4.0 atau Society 4.0 tapi cara-cara yang lama kekerasan itu cara primitif sudah kuno dan masa diteruskan, sudah tidak bisa lagi di banggakan, pada umumnya karena itu tradisi pelaku kekerasan tak satupun dengan sadar tapi karena terbawa situasi dan akhirnya semuanya menyesal, saya mengingatkan sebelum menyesal di belakang hari maka sudahilah cara kuno dan primitif ditinggalkan dan Perguruan Tinggi Kedinasan sepakat untuk tidak mentolerir apapun adanya tindak kekerasan, pasti sanksi kita sangat tegas supaya ada efek jera,” lanjutnya.

Yang kedua mereka mengaitkan sebagai generasi muda yang luar biasa yang akan ASN itu STOP tindakan korupsi, tapi saya bilang gak mungkin STOP korupsi, mereka belum punya peluang, karena Taruna belum punya uang, daripada saya tidak yakin buktikan dulu, karena korupsi itu budaya instan, gak mau kerja keras dan gak mau usaha, nah itu budaya itu sudah tertanam juga di Taruna baik Kedinasan maupun mahasiswa di Sekolah umum baik negeri maupun swasta, budaya nyontek, saya titipkan kepada Adik-adik ini merupakan suatu momen untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan saya harapkan generasi muda harus Beyond Delimit kata kuncinya harus berani mimpi jangan lihat kebelakang terus, “pungkasnya.(Her)

News Feed