oleh

Gabungan Peneliti Kedokteran Ul, Farmasi Ul dan IPB Menemukan Kandidat Potensial Untuk Mencegah Covid-19 Dari Bahan Alam Indonesia

-Penkes-236 views

Jakarta,Kompasindo.net- status perkembangan penyebaran Covid-19 terkini per tanggal 13 Maret 2020 telah mencapai 34 kasus di Indonesaa dengan status dua orang telah sembuh dan satu kasus pasien meninggal. Lainnya masih berstatus “suspek” dan berada dalam pengawasan ruang isolasi di sejumlah Rumah Sakit yang dntunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI, antara lain RSPI Sulianti Saroso, RSUP Persahabatan, RSPAD Gatot Soebroto serta rumah sakit lain yang telah ditunjuk oleh Kemenkes. Walaupun tingkat kematian dari virus Covid-19 ini tergolong rendah (2-3%), namun tingkat penyebarannya lebih tinggi bila dibandingkan dengan SARS dan MERS.

Berbagai upaya dilakukan oleh para penellti untuk mencegah dan menemukan obat antivirus (Covid~19). Penelitian terkait pencarian antivirus ini juga dilakukan oleh tim peneliti UI dan IPB dari Departemen Kimia Kedokteran Fakultas Kedokteran Ul (FKUI), Klaster Bioinformatics Core Facilities lMERl-FKUI, Klaster Drug Development Research Center IMERI-FKUI, laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI, Rumah Sakit UI (RSUI), Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB dan Departemen llmu Komputer IPB.

Gabungan peneliti multidisiplin ini telah mengembangkan penelitian untuk menemukan kandidat anti virus corona dengan melakukan analisis big data dan machine learning dari basis data HerbalDB yang dikembangkan oleh Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi Ul sejumlah 1.377 senyawa herbal, pemetaan farmakofor dilakukan dengan metode struktur dan ligand, kemudian dikonfirmasi hasilnya menggunakan metode pemodelan molekuler untuk dievaluasi aktivitas antivirusnya.

Adapun hasilnya telah dnsampaikan saat Seminar dan Workshop ‘Eksplorasi Bahan Herbal Kandidat Potensial Antivirus Corona: Analisis Big Data dan In Silica” yang diadakan tanggal 3~5 Maret 2020 di
Fakuftas Kedokteran UI.

Berdasarkan hasil skrining aktivitas terhadap ratusan protein dan ribuan senyawa herbal terkait dengan mekanisme kerja virus, diperoleh beberapa golongan senyawa yang berpotensi untuk menghambat dan mencegah virus SARS-CoV-Z (virus corona) untuk menginfeksi manusia. Golongan senyawa tersebut antara lain hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin yang terkandung dalam jambu biji (daging buah merah Muda), kulit jeruk, dan daun kelor.

Hasil penemuan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat untuk mencegah dan meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan virus corona. Selain itu, sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan RI, WHO dan CDC, masyarakat tetap diprioritaskan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui rajin cuci tangan dengan sabun, menerapkan etika, penggunaan masker bagi yang sakit flu/batuk, dan bila mengalami gejala Covid-19 maka dapat mengusolasi diri di rumah atau datang ke RS yang telah ditunjuk Kementerian Kesehatan RI.(Hasan Wadjo)

News Feed