oleh

Dr.Rr.Dyah Eko Setyowati.,M.M : STIE BISNIS INDONESIA Entrepreneur Centre Berkontribusi pada UMKM Terdampak Covid-19.

-Penkes-440 views

Jakarta, Kompasindo.net – Seminar online “Dampak Covid 19 Terhadap Sosial Ekonomi UMKM , Produsen Makanan & Minuman Serta Solusinya” yang diselenggarakan oleh DPP Hipmikindo, menghadirkan keynote speaker Menteri Koordinator PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan)
Dr. Muhajir Effendy, M.A.P yang diwakili oleh Ir. Aris Darmansyah Edisaputra, M. Eng selaku staf ahli Kemenko PMK Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan dilakukan pada hari selasa, (28/04/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Aris Dharmansyah memberikan informasi perihal program Kemenko PMK dan program pemerintah yang dapat di manfaatkan langsung oleh UMKM.

Pembicara lainnya, Profesor Ir. H. Soekoso, M.sc., Ph.D selaku Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memberikan penjelasan sejauh mana pentingnya halal bagi UMKM Indonesia dimana kedepannya pemerintah akan memberikan gratis sertifikat halal bagi usaha mikro.

Pembicara yang mewakili BPOM ( Badan Pengawasan Obat dan Makanan) adalah Dra.Reri Indriani, Apt.M.Si , Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan yang berjanji akan membantu UMKM yang kesulitan membuat MD yang terbentur di Pemda untuk bersinergi dengan PEMDA.

Tak kalah pentingnya pembicara mewakili Perguruan Tinggi, Ketua STIE BI Dr. Rr Dyah Eko Setyowati, yang sudah melakukan pendampingan UMKM di STIEBI Entrepreneur Center dan bermitra dengan HIPMIKINDO ( Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia).

Menurut Dyah, “ Dimasa Pandemi Covid.19 ini banyak Usaha Mikro yang turun drastis omsetnya, oleh sebab itu STIEBI Entrepreneur Center membantu mencarikan solusi antara lain memberikan ide dan pelatihan, misalnya usaha mikro makanan yg biasanya berjualan makanan di Warung Makan, di Mall karena Mall nya tutup karena Pandemi Covid.19, jadi tidak bisa berjualan, maka diberikan beberapa Solusi sebagai berikut :

1.Memberi pelatihan membuat FROZEN FOOD dan dijual online, bisa lewat medsos, dan WAG pertemanan.

2.Solusi berikutnya adalah membimbing usaha mikro alih usaha membuat Masker dengan berbagai model yg Fashionable dipadukan dengan Topi ataupun Hijab.

Sementara para dosen di STIE Bisnis Indonesia, yang mengawaki Entrepreneur Center sudah memiliki sertifikasi BNSP Bidang pemasaran dan selanjutnya akan mengikuti sertifikasi pendamping UMKM.Bekerjasama dengan HIPMIKINDO Pimpinan Syahnan Phalipi.

Pembicara berikutnya dari STIE Ganesha,Prof.Said, Selaku Direktur Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Technopreneur Syariah( LPETS) yang berencana akan membangun pembiayaan berbasis syariah untuk UMKM.

“Hipmikindo akan memberikan masukan untuk program umkm antara lain:

Pertama, untuk program stimulus assosiasi umkm sebaiknya melakukan pendampingan berkelanjutan membuat pelaku UMKM terbantu sejak krisis sampai kondisi normal agar selalu termonitor dengan efektif dan efisien dengan pendekatan kemitraan.

Kedua, Bantuan untuk umkm yang memiliki kredit/ pembiayaan bermasalah dengan pendekatan 3 R namun sebaiknya bekerja sama dengan pendamping umkm yang kompeten sebagai mediator antar UMKM bank/ LK/ PKBL/ koperasi /dll, berfungsi memediasi secara independen untuk menentukan jalan tengah para pihak ( triple win solution).

Ketiga, Umkm yang mati suri membutuhkan penempatan dana dengan model bagi hasil atau penempatan modal seperti modal ventura agar tidak memberatkan UMKM dikemudian hari.

Keempat, umkm membutuhkan pendampingan manajemen pemasaran, sdm, Produksi, IT dan perizinan.

Kelima, Pendampingan manajemen keuangan agar sukses melampui krisis darurat covid 19.

Keenam, Advokasi bisnis termasuk Aspek hukum bagi umkm yang bermasalah hukum seperti kontrak kerja PKS yang bermasalah baik antar umkm maupun dgn mitra kerja lainnya.

Ketujuh, Diklat, edukasi, literasi, serta coaching bisnis berkelanjutan, sementara mengunakan on-line. Mendirikan “Solusi Center” UMKM bersinergi dengab semua stakes holders” imbuh Syahnan menjelaskan melalui handphone.
(MSR)

News Feed