oleh

WEBINER SERI PANDEMIC COVID-19; LPETS STIE GANESHA JAKARTA EDUKASI PUBLIK TENTANG EKONOMI SYARIAH

-Metro-278 views

Jakarta, kompasindo.net –
Dampak pandemic covid 19 dalam aspek kehidupan yang lebih luas telah menyedot energi positif sebagian besar masyarakat yang ditandai dengan adanya kerisauan, kekhawatiran dan kepanikan secara luas pula.
Keterlibatan berbagai pihak (stakeholder) dalam upaya seksama pencegahannya menjadi sebuah keharusan.

Salah satu bentuk upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi tersedotnya energi positif yang berdampak pada melemahnya imunitas tubuh adalah dengan mengalihkan pikiran melalui ativitas-aktivitas positif untuk menumbuhkan optimisme dan rasa percaya diri masyarakat bahwa covid-19 adalah sebuah ujian yang mengandung banyak pelajaran positif di dalammnya, terutama pelaku usaha ekonomi mikro dan menengah (UMKM), Industri Rumah Tangga (IRT) yang terdampak secara langsung secara ekonomi dan sosial.

“Keterlibatan berbagai pihak dalam upaya mencari soulsi recovery sosial, ekonomi, dari damapk Covid-19 sangat diperlukan, terutama keterlibatan mereka yang memiliki otoritas kebijakan publik; pemerintahan, praktisi dan politisi,” ungkap Direktur LPETS, Prof. Muhammad Said.

Lembaga Pengembangan Ekonomi Syariah (LPETS) STIE Ganesha Jakarta menginisiasi untuk menghimpun kekuatan yang berserak dalam satu wadah kajian berseri di masa Pandemi Covid-19, untuk:

Pertama, sosialisasi informasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang ekonomi Islam, pandemic Covid 19 dan dampaknya terhadap turbulensi ekonomi kecil dan menengah;

Kedua, edukasi publik tentang ekonomi Islam dan instrument-instrument pembiayaan sosial yang dapat dikeola untuk membantu masyarakat yang kesulitan terutama dalam masa pandemic seperti ini;

Ketiga, mengalihkan perhatian publik dari sikap dan perilaku negatif akibat dampak Pandemi Covid 19 kepada hal-hal positif, di antaranya keterlibatan dalam forum-forum diskusi untuk menyerap informasi dan pengetahuan penting.

Setelah sukses melaksanakan Webinar sesi pertama atas kerjaama dengan HIPMIKINDO, kali ini LPETS STIE Ganesha Jakarta melaksanakan Webinar Sesi 2 Jum’at 8 Mei 2020 dengan Pembicara dari Legislatif Komisi 8 Dewan Perwakilan rakyat RI, yang membawahi urusan agama, yaitu Dr. H. M.Ali Taher, SH, MH.

Selain itu, Dr. Ascarya, M.BA, M.Sc Research Adviser Bank, Institute Bank Indonesia, dan Hendri Tanjung, Ph.D serta yang bertindak sebagai Moderator, Prof. Dr. Muhammad Said, selaku Direktur LPETS STIE Ganesha Jakarta.
Sedangkan peserta yang ikut kegiatan ini terdiri dari beberapa kalangan, yaitu akademisi, mahasiswa, umum dan sebagian pelaku UMKM, yang dibatasi seratus orang participants.

Dalam paparannya, Dr. H. M. Ali Taher, SH, MH menegaskan bahwa Pandemic Covid ini telah menjadi bencana Internasional yang telah menyebabkan terjadinya kepanikan Intenasional.
Menurutnya, Pandemic Covid-19 sebagai sebuah ujian harus dihadapi bersama dengan segala ikhtiyar terutama dalam mematuhi edaran dan himbauan pemerintah yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Hal penting untuk dilakukan secara personal menurut Beliau adalah meningkatkan intensitas komunikasi dengan Tuhan agar kita semua mendapat perlindungan dan dijauhkan dari wabah pandemic serta segera berlalu.

Selain itu, sebagai legislatif memiliki aksi-aksi kongrit untuk membantu masyarakat terdampak covid-19, memberikan edukasi tentang pentingnya membangu kesadaran diri (self awareness) dan muhasabah diri, serta membangun perasaan dan perilaku positif (positive feeling), and karakter terpuji (noble character).

Di akhir paparannya beliau menyampaikan “salam hangat kepada panitia dan semua peserta serta pemohonan maaf karena tidak bisa mengikuti acara hingga akhir karena agenda lanjutan rapat pengambilan kebijakan untuk publik dilanjut dengan agenda lain berupa penyerahan bantuan sosial di wilayah Tangerang Selatan.

Dr. Azcarya dalam sesi paparannya mengupas Ekonomi dan Keuangan Islam (EKI) sebagai sistem yang lengkap karena memiliki sisi komersial dan sosial yang berjalan berdampingan saling mengisi, dan beroperasi dengan cara adil.

Salah satu instrumen EKI yang unik adalah wakaf yang dapat bergerak di sisi sosial seperti membangun masjid, fasilitas pendidikan gratis, fasilitas kesehatan gratis dan sebagainya.
Juga, wakaf dapat bergerak di sisi komersial di semua sektor usaha utk mencari keuntungan.
Wakaf ini juga sangat bermanfaat untuk lembaga keuangan mikro Syariah (LKMS) seperti BMT yang memiliki Baitul Maal utk sisi sosial dan Baitut Tamwil utk sisi komersial.
Dia meyakinkan bahwa Jika BMT dapat mengoptimalkan wakaf di kedua sisi, maka BMT akan dapat mengembangkan UMK anggotanya secara berkesinambungan dan mandiri, tanpa memerlukan bantuan dari pihak luar lain.
Wakaf juga dapat bergerak di tingkat korporasi seperti WanCorp di Malaysia yang memiliki banyak usaha di berbagai bidang yang membuka banyak lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dengan demikian, wakaf adalah masa depan EKI yang harus secara serius dikembangkan untuk dapat dimaksimalkan potensinya di semua segi, sosial-komersial, mikro-besar, lintas generasi, karena itu wakaf harus dijaga keberlangsungannya, pesannya.

Sedangkan Dr. Hendri Tanjung, secara singkat diakhir paparan slidenya memberi tausiyah yang mengingatkan kita bahwa Muslim itu ibarat satu tubuh, jika satu bagian sakit, maka bagian lainnyapun sakit juga.
Oleh karena itu, mari kita saling menolong dan berbagi untuk korban covid, baik secara sosial maupun secara ekonomi.
Mari kita berzakat, berinfaq, bersedekah dan berwakaf.

Prof. Said, Selaku Direktur LPETS STIE Ganesha Jakarta mengakui bahwa meskipun kegiatan ini tidak lepas dari beberapa kendala teknis, namun beberapa pihak memberi apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan ini.
Kelemahan yang ada diharapkan dapat menjadi pelajaran untuk kegiatan lebih baik di waktu yang akan datang, harapnya.
Ia juga merasa senang dan berterima kasih atas dukungan dari berbagai pihak, terutama Pembina Yayasan Pendikan Graha Ganesha Jakarta, Ketua Badan Pelaksana harian, dan Ketua STIE Ganesha Jakarta, Dr. Ahmad Mulyana, MM.

Terima kasih disampaikan secara khusus kepada Tim Kecil yang telah bekerja keras sehingga acara webinar ini terselenggara dengan baik; Firman, Tahang, dan Erni.
Juga, Jurike Fratiwi, SE,
Ketua Departmen Pemberdayaan Perempuan HIPMIKINDO yang turut membantu kesuksesan acara. “Semoga tetap semangat”. (Red)

News Feed