oleh

Disbun Sumsel Berikan Bibit Unggul kopi Robusta Varietas Prepolegitim ke Petani

-Daerah-194 views

Pagaralam,kompasindo.net – Disela Penyerahan Bantuan Bibit kopi Robusta Varietas Prepolegitim,dimana bibit kopi di peruntukan Untuk lahan 200 H, untuk satu hektarnya bisa 1000-1600 batang, dan juga bibit Benih Padi Inbrida.

Kegiatan ini bertempat di kelurahan Prahu Dipo kota Pagaralam, hadir dalam acara ini, Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH, Sekda Kota Pagaralam Drs Samsul Bahri Burlian Msi,Assistan, kasatpol PP, Kepala Dinas Pertanian Gunsono Mekson serta Jajaran Dinas Pertanian kota Pagaralam.

Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Sumatera Selatan Ir.Fahrurozi Menyebutkan dengan adanya beberapa bantuan bibit pertanian harus di manfaatkan oleh kelompok tani dengan sebaik-baiknya.

dirinya mengharapkan pemerintah kabupaten kota harus lebih aktif dalam mengusulkan Program pertanian di masing-masing daerah dan selaras dengan Eplaning kementrian perkebunan,

kita akan selalu monitor bagaimana penanganan bibit yang baru datang, kemudian kita menilai sejauh mana tingkat keseriusan para kelompok tani dalam memperdayakan bantuan yang sudah di berikan, dan secara tehknis kita serahkan ke kabupaten/kota, kendati demikian pihak nya akan selalu melakukan monitoring untuk evaluasi kedepan,” Jelasnya kepada Kompasindo. Net Senin 06/07/20

Sementara Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH dalam sambutannya memberikan Penghargaan kepada Pihak Propinsi terkhusus Dinas perkebunan Propinsi yang telah memberikan perhatian kepada Masyarakat Kota Pagaralam, dalam pemberian bantuan bibit Kopi dan bibit Padi, guna untuk peningkatan dan pengembangan ekonomi masyarakat kota pagaralam,

dirinya juga memberikan arahan kepada para kelompok tani, pengajuan kebutuhan kelompok harus di buat dan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok, seperti hal nya bantuan mesin, handtracktor, roasting bagi kelompok yang sudah menerima bantuan tidak di perkenankan menerima bantuan hal serupa atau kedua kalinya,

Lebih rincih dijelaskan melalui program bantuan pemerintah selayaknya di berikan pada kelompok lain yang belum mempunyai peralatan tersebut, dirinya juga menegaskan kelompok itu diklasifikasikan berdasarkan aktivitas dan kebutuhan, bukan karena diajak sebagai pelengkap, karena bila hal itu dipaksakan tidak akan tepat sasaran, dirinya mencontohkan jika kelompok tani mendapatkan bantuan peralatan tidak sesuai dengan kebutuhan kelompoknya, secara langsung alat yang di terima tidak bermanfaat secara maksimal,” tandanya. (Alian)

Alian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed