oleh

PROGRAM BEASISWA BERSUBSIDI HIPMIKINDO DILAPORKAN KE MENKOP UKM

-Nasional-362 views

Jakarta, kompasindo.net – Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil (DPP HIPMIKINDO) diterima oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, yang didampingi oleh Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit (09/07).

Dalam sesi diskusi dengan menteri Teten tercetus keinginan bersama agar
“Para Pemangku kepentingan harus saling bahu membahu untuk meringankan beban Pemerintah dalam mengatasi dan memberikan solusi akibat dampak covid-19, kami berinisiasi dan sebagai Koordinator program Beasiswa Bersubsidi Peduli Covid-19, HIPMIKINDO yang telah menggandeng banyak perguruan tinggi untuk melaksanakan kegiatan tersebut, Kata Ketum Hipmikindo, Syahnan Phalipi melalui telephone saat di wawancara.

“Beberapa perguruan tinggi sudah MOU dengan DPP Hipmikindo, dan mendirikan Entrepreneur Center untuk melakukan pendampingan dan konsultasi, setiap entrepreneur center di dampingi pendamping UMKM yang sudah memiliki sertifikasi BNSP” tutur Syahnan.

“Dampak Pandemi covid-19, banyak UMKM yang tidak sanggup membiayai kuliah anaknya, sehingga tidak dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi, bahkan yang sudah kuliahpun terancam berhenti karena tidak sanggup membayar biaya kuliah. Bagi UMKM yang ingin memanfaatkan fasilitasi ini, silahkan menghubungi DPP HIPMIKINDO atau di nomer WA 08174161686” kata Jurika selaku koordinator kegiatan beasiswa bersubsidi peduli covid-19 yang menjabat ketua Pemberdayaan Perempuan HIPMIKINDO.

“Program kami yang baru kami mulai, adalah mendirikan koperasi di beberapa perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan, salah satunya perguruan tinggi adalah Koperasi Padaidi Nusantara Jaya milik STIE Ganesha, kami memberikan penyuluhan, bimtek dan pendampingan di koperasi tersebut, tujuannya untuk menampung produk umkm dilingkunngan sekitar perguruan tinggi” jelas Syahnan Phalipi yang saat ini juga menjabat sebagai slah satu Ketua dewan koperasi Indonesia Dki Jakarta (DEKOPIN).

Menteri koperasi memberikan kesempatan kepada akademisi untuk ikut berkontribusi memberikan pendidikan dan pelatihan kepada UMKM, agar diklat tidak lagi dipegang oleh Kementerian, karena kementerian tidak memiliki kompetensi untuk itu, oleh karena tu kedepan akan diserahkan kepada pihak lembaga pendidikan dan akademisi.

“Pesan terakhir pak Menteri untuk DPP Hipmikindo dan akademisi adalah beberapa hal yang mesti ditindak lanjuti agar proses diklat yang melibatkan para profesional dapat memberikan kesempatan bagi Lembaga Pendidikan dan akademisi yang nantinya diharapkan lebih efektif dan profesional bila mengikutsertakan pihak non kementerian.

Kementrian tidak lagi memberikan bimtek serta diklat secar tradisional dan akan diberikan kepada ahlinya yaitu lembaga pendidikan dan akademisi yang kompeten, kegiatan ini akan kami tangkap sebagai peluang untuk ikut berperan mendorong UMKM naik kelas”.

Pada pertemuan ini, Menteri Koperasi mengatakan akan merubah sistem yang sudah berjalan puluhan tahun,
“Dari sejak zaman Presiden Soeharto menjabat sampai saat ini tidak ada perubahan bahkan eksport kita hanya mencapai 15 %”, sedangkan China bisa mencapai 70, % “Sudah waktunya kita mempetakan umkm mana yang mikro dan ultra mikro, rata-rata pengusaha ultra mikro memiliki usaha hanya untuk makan bukan untuk mengembangkan bisnisnya tetapi hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, hal yang terkait ini adalah tugas kementerian koperasi” tukas Teten Masduki menjelaskan.

“Untuk pinjaman semua UMKM akan diberikan tetapi harus melalui koperasi, kami tidak memberikan stimulus pinjaman kepada pribadi langsung” imbuh Teten.
“Menindaklanjuti kekecewan presiden kepada para menterinya membuat DPP Hipmikindo tergerak untuk melakukan riset dan penilitian yang korespondensnya melibatkan UMKM di seluruh Indonesia, hasilnya akan dilaporkan kepada presiden atas kinerja kementerian yang terkait UMKM, bagaimana Menteri bekerja bukan semata hanya mendapatkan jabatan, presiden berharap Menteri mempunyai strategi out of the box harus luar biasa disaat krisis wabah covid tidak boleh berpikir business as usual.

DPP Hipmikindo berharap para Menteri yang terkait dengan UMKM bisa melakukan program aksi yang pro UMKM dengan pendekatan solusi yang jitu untuk menghadapi covid yang sangat berat, dan menguras energi, pilihan untuk meresufle menteri yang tidak perform ada baiknya dilakukan oleh presiden agar visi Presiden tercapai dengan sukses, khususnya bidang Koperasi dan UMKM” yang berjumlah 64 juta lebih itu, sangat dibutuhkan oleh bangsa kita saat ini,” ujar Syahnan Phalipii yang juga CEO Java Lawyer International.(jf).

News Feed