oleh

MAPUSPOMAD Kembali Menggelar Press Conference Edisi ke 3 Penyerangan Polsek Ciracas

-Hankam-290 views

Jakarta, 23 Sepetember 2020 – Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad) yang berlokasi di MAPUSPOMAD Jl. Medan Merdeka Timur. No.17, RT.7/RW.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat mengadakan prescon edisi ke 3 terkait perkembangan penyelidikan dan penyidikan perkara perusakan Mapolsek Ciracas dan sekitarnya.

Dimana pada bulan lalu (tgl 29 Agustus 2020), kasus penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu dini hari itu dipicu hoaks pengeroyokan anggota TNI di Pertigaan Arundina, Cibubur. 

Oknum-oknum prajurit TNI itu juga merusak kendaraan dan lapak warga sipil di sepanjang Jalan Raya Bogor mulai dari Polsek Ciracas hingga Pertigaan Arundina.
Aparat TNI-Polri mengusut cepat insiden tersebut. Pomdam TNI telah menetapkan 29 prajurit sebagai tersangka dugaan penyerangan dan perusakan di kawasan Ciracas. Mereka juga langsung ditahan di Rutan Pomdam Jaya.

Seperti yang sudah dilakukan sebelumnya guna tertibnya kegiatan, Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen TNI Dodik Widjanarko menjelaskan : Berkas perkara kerusuhan ciracas dengan tersangka Prada MI sudah mulai disusun penyidik tengah berupaya agar berkas tersebut bisa selesai dalam waktu dekat ini.

“Untuk proses penyelidikan dan penyidikan terhadap tersangka Prada MI saat ini sudah pada tahap pemberkasan perkaranya dan penyidik akan segera melimpahkan berkas perkara ke ODITUR MILITER II-08 Jakarta dengan penerapan Pasal 14 ayat (1) JO (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana,” jelas(Danpuspomad) Letjen TNI Dodik Wijanarko.

Lebih lanjut Letjen TNI, Dodik Wijanarko menerangkan :

Penyidik menargetkan berkas perkara Prada MI bisa selesai pekan ini dengan begitu, bisa dilakukan pelimpahan untuk segera disidang secara Militer. “Insya Allah minggu ini paling lambat awal minggu depan berkas tersangka Prada MI sudah akan dilimpahkan kepada Oditur Militer II 08 Jakarta,” pungkas(Danpuspomad) Letjen TNI Dodik Wijanarko.

Ditempat yang sama, Danpuspom TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis menambahkan, sampai dengan Selasa (22/9/2020) jumlah prajurit yang diperiksa sebanyak 125 orang, berasal dari TNI AD, TNI AU, dan TNI AL. Dari jumlah tersebut, 66 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Dengan perincian, dari oknum prajurit TNI AD 58 orang kemudian dari oknum prajurit AL 7 orang dan dari oknum prajurit AU 1 orang,” ujar Danpuspom TNI Mayjen Eddy Rate Muis.

News Feed