oleh

International Conference on Sports Science and Health Membahas Peluang Bidang Olahraga di Tengah Pandemi

-Berita, Daerah-189 views

Malang, 4-5 November 2020 – Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (FIK-UM) menyelenggarakan konferensi internasional berjudul International Conference on Sports
Science and Health (ICSSH) 2020. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan dan kali ini sudah
yang keempat kali diselenggarakan. Tahun ini, seminar internasional yang mengusuh tema
“Opportunities in developing the best practice of acculturation through sports, mental health, physical activity and exercise in new normal era” diselenggarakan secara virtual akibat pandemi COVID-19.

Pandemi COVID-19 telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat di seluruh dunia dimana
masyarakat harus mampu beradaptasi dengan kehidupan dan situasi baru. Hal ini berdampak
besar bagi bidang olahraga karena adanya pembatasan dan protokol yang harus dipatuhi ketika beraktivitas di luar rumah. Selain itu, event olahraga juga banyak yang ditunda bahkan dibatalkan akibat pandemi.

Tahun ini keberuntungan seolah belum berpihak pada bidang keolahragaan. Namun demikian,
bukan berarti bidang olahraga tidak memiliki peluang untuk berkembang di tengah pandemi.
Oleh karena itu, ICSSH menghadirkan pembicara yang berasal dari empat negara yang berbeda
yaitu Taiwan, Australia, Malaysia, dan Indonesia, untuk mendiskusikan tentang peluang dan praktik di bidang olahraga yang tetap sukses dikembangkan selama New Normal. “Kami ingin memfasilitasi para akademisi dan praktisi di bidang olahraga untuk saling berbagi hasil riset, best practice¸dan serta tantangan yang mereka hadapi selama pandemi agar dapat menghasilkan gagasan-gagasan baru di bidang olahraga” ungkap Prisca Widiyawati, dosen FIK-UM sekaligus penyelenggara seminar.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, dan ahli di bidang kesehatan dan olahraga yang berasal dari berbagai negara. Penanggungjawab acara yang merupakan Dekan FIK UM, Dr. Sapto Adi, M.Kes. mengaskan pentingnya olahraga dalam
kehidupan sehari-hari bahkan selama pandemi. “Pandemi COVID-19 semestinya tidak
membatasi kita beraktivitas fisik secara aman dan sesuai protokol. Aktivitas fisik dan olahraga semestinya menjadi budaya di masyarakat, karena dengan berolahraga sistem imun dan kondisi fisik serta mental kita semakin baik apalagi di tengah pandemi”.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Pada hari pertama, diskusi panel dipandu oleh Dona Sandy Yudaswara, dosen FIK UM. Diskusi di hari pertama ini fokus pada olahraga di kalangan anak-anak dan pendidikan jasmani di tengah pandemi COVID-19. Profesor senior dari University of Wollongong Australia, Snr. Prof. Anthony D. Okely, Ph.D. dan Prof. Chang Bin Yang dari National Dong Hwa University Taiwan hadir sebagai pemantik dalam diskusi yang ciamik tersebut.

Di hari kedua, diskusi yang dipandu oleh Suci Puspita Ratih, dosen FIK UM, membicarakan tentang kesehatan mental dan aspek psikososial pada atlet selama pandemi. “Kesehatan mental dan psikososial adalah aspek yang paling terdampak selama pandemi akibat perubahan tatanan kehidupan yang begitu drastis dan tidak diprediksi sebelumnya. Hal ini mempunyai implikasi yang besar bagi para atlet, termasuk atlet elit di Indonesia” terang Suci saat membuka diskusi tersebut.

Diskusi hari kedua menghadirkan dua pembicara, yaitu Dr. Nurwina Anuar, Ph.D dari
Universiti Teknologi Malaysia dan Kurniati Rahayuni, S.Psi, M.Psi. dosen FIK UM sekaligus
Ph.D Candidate di University of Birmingham. Kedua pembicara sepakat bahwa aspek mental dan psikososial atlet selama pandemi harus lebih diperhatikan karena dapat mempengaruhi performa mereka pada turnamen-turnamen di masa mendatang pasca pandemi. Selain itu, pembicara juga sepakat bahwa aktivitas fisik atau olahraga ringan dapat membantu masyarakat memelihara kesehatan mental selama pandemi.

Selain diskusi panel, seminar ini juga menyelenggarakan simposium dimana para peneliti dan praktisi di bidang olahraga saling bertukar pikiran. “Kami sangat mengapresiasi antusiasme
para peserta yang hadir dalam kegiatan ini. Pandemi bukan halangan untuk kita dapat berbagi dan memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan, juga menjadi jembatan dalam forum diskusi
internasional serta penyampaian ide-ide kreatif”, tutur Ahmad Abdullah, selaku dosen FIK-UM sekaligus koordinator kegiatan.

News Feed