oleh

Pernyataan Sikap Relawan Satgas Covid-19 Terkait Respon Positif BNPB Mendukung Acara Nikahan Putri Habib Rizieq

-Berita-57 views

Jakarta, 19 November 2020 – Menindaklanjuti kemelut yang berawal dari pernikahan anak Habib Rizieq Shihab (HRS) yang digelar pada tanggal 14 November 2020. HRS menikahkan putri-nya dan digelar secara besar-besaran hingga diperkirakan ada 10 ribu tamu yang datang.

Anehnya pihak Satuan Tugas Penanganan COVID-19 membiarkan pelanggaran protokol kesehatan, padahal status daerah DKI Jakarta masih PSBB transisi, dimana DKI Jakarta penyumbang angka pasien positif COVID-19 cukup tinggi. Permasalahan makin runyam ketika Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)/Satgas Penanganan Covid-19 membagikan masker dan hand sanitizer di acara tersebut hingga menuai banyak protes dari sejumlah kalangan.

Untuk itu kami dari Relawan Satgas Penanganan COVID-19 se-Jabodetabek Mmengadakan Pressconference Media Cetak dan elektronik untuk hadir pada kegiatan Konferensi Pers pada:

Hari/Tanggal : Kamis, 19 November 2020
Waktu : 14.00 WIB-selesai
Tempat : Sekretariat Relawan Nasional Satgas COVID-19
Lokasi : Ballroom Hotel The Media, Jl Gunung Sahari Raya No.3 Jak-Pus
Agenda : Konferensi pers Pernyataan Sikap sekaligus pengembalian rompi dan ID Card Relawan Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Perihal : Konferensi Pers Pengembalin Rompi dan ID Card Relawan Satgas Penanganan COVID-19 dan Pembacaan Tuntutan.

Berikut Pernyataan sikap :

Assalamualaikum Wr Wb, Shalom,

Om Swastvastu,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan.

Salam Sejahtera bagi kita semua,

Saudara-saudari sekalian, hari ini tanggal 19 November 2020, kami atas nama Relawan Satgas Penanganan COVID-19 yang bergabung secara sukarela atas nama kemanusiaan, menyampaikan pernyataan sikap atas peristiwa pemberian 20.000 masker dan hand sanitizer oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)/Satgas Penanganan Covid-19 di acara pernikahan putri Habib Rizieq Shihab (HRS).

Pemberian masker dan handsanitizer tersebut menimbulkan banyak protes, termasuk dari relawan.

Karena mestinya acara itu ditertibkan mengikuti protokol kesehatan, bukan malah disumbang masker sebanyak itu, sehingga menimbulkan kesan BNPB/Satgas Penanganan Covid-19 menyetujui kegiatan yang tidak menjaga jarak tersebut. Apalagi dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta, urusan APD seperti masker, menjadi tanggung jawab penyelenggara acara untuk wajib menyediakan. Bukan tugas BNPB/Satgas Penanganan Covid-19 yang menyediakan.

Berdasarkan hal itu kami relawan menyatakan sikap

  1. Kami Relawan Satgas Penanganan COVlD-19 mengecam keras bahwa tindakan yang dilakukan BNPB telah menciderai usaha yang sudah kita bangun selama 8 (delapan) bulan terakhir.

  2. Kami Relawan Satgas Penanganan COVlD-19 merasa tindakan tersebut sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap relawan yang sudah berjuang secara sukarela atas nama kemanusiaan.

  3. Kami Relawan Satgas Penanganan COVlD-19 menyatakan mosi tidak percaya terhadap Pimpinan Satgas Penanganan COVlD-19 dan jajarannya.

  4. Kami Relawan Satgas Penanganan COVlD-19 mendesak Pimpinan Satgas Penanganan COVlD-19 dan
jajarannya untuk mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban.

  5. Kami Relawan Satgas Penanganan COVlD-19 mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga kebersamaan dalam penanganan Pandemi COVlD-19 dengan mentaati Protokol Kesehatan (Pakai Masker, Cuci Tangan dan Jaga Jarak) dengan tidak mengikuti kegiatan-kegiatan yang melibatkan pengumpulan massa dan bersama pemerintah mengambil sikap tegas terhadap kegiatankegiatan serupa.

  6. Kami Relawan Satgas Penanganan COVlD-19 akan tetap berkomitmen melanjutkan aktivitas kemanusiaan sebagai Relawan Pencegahan COVlD-19 di Iembaga dan cara masing-masing.

Demikian pernyataan sikap kami sampaikan, Salam Sehat!

RELAWAN GUGUS SATUAN TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19 JABODETABEK

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed