oleh

Tingkatkan Relasi dengan Konsumen, Journey To The South Tawarkan MenuBaru

-Profil-152 views

Jakarta, 14 Desember 2020 – Journey To The South (JTTS) menjadi salah satu kafe kekinian yang wajib kamu kunjungi, khususnya para penikmat kopi.
Berlokasi di jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, JTTS yang merupakan cafe berkonsep Celebration of Great Fusion Food ini mengeluarkan menu baru yang sayang untuk dilewatkan.

JTTS sejatinya baru saja dibuka pada 1 Juli 2020 lalu. Tapi mereka berani membuat perubahan dengan menawarkan menu-menu baru yang dibuat dari tangan para chef keren lewat dapur JTTS.

Meski begitu, JTTS tetap mempertahankan menu-menu favorit mereka, salah satunya SaltedFish Ocean Fried Rice. “Ada beberapa menu favorit yang kita tingkatkan juga, dari segi rasa maupun presentasi. Untuk menu-menu baru yang kita tambahkan cukup banyak. Ini kami lakukan agar semakin menarik dan membuat customer memiliki pilihan makanan yang berbeda dan semakin banyak di JTTS,” kata Allicia selaku Store Manager.

Seperti diketahui, selain menu makanan yang menggiurkan, JTTS juga merupakan cafe yang menawarkan berbagai menu specialty coffee.

“Kami selalu ubah dan revisi (menu) sesuai tanggapan dari customer yang mereka inginkan. Ketika menu kita dirasa kurang, kami berusaha meningkatkan atau mengganti menu tersebut,”lanjutnya.

Di menu baru ini, JTTS akan memberikan profil rasa sesungguhnya yang ingin mereka sampaikan kepada orang banyak. Terdapat tiga kategori menu baru yang disajikan, di antaranya Dimsum, Asian Tapaz, The Rice Riders, dan From theWok.

“Dimsum kita tidak boleh dianggap sepele karena kita produksi sendiri. Jadi dimsum kita freshly handmade dibuat oleh tangan-tangan temen kita di kitchen,” tutur Allicia.

Beberapa menu dimsum yang mereka tawarkan adalah Hakau, Siomay, danPao.

Di kategori Asian Tapaz terdapat sajian Japainese Mentaiko Siomay dan Not So So Bakso Bakar. Untuk kategori The Rice Riders ada Begadang di Jakarta dan Seared XO Chicken Leg.
Sedangkan di kategori From the Wok ada Shanghai Signature Beehoon dan Salted Fish Ocean Fried Rice.

“Intinya di konsep baru ini, JTTS ingin mempersembahkan rasa yang ingin kita sampaikan ke orang banyak. Kalau ditanya konsep kita berubah dari awal, tidak. Kita masih sesuai dengan konsep kita dari awal, yaitu Celebration of Great Fusion Food,” kataAllicia.

Perbedaan rasa yang ditawarkan kali ini cukup besar. Jadi bagi kamu yang ingin mencicipi menu barunya, langsung datang ke JTTS atau pesan takeaway.

Jika pada umumnya coffeebar dipadukan dengan menu Barat, tidak padaJTT Syang ingin membawa hal berbeda di Jakarta.

“Kita kan orang Asia nih, kenapa enggak coba coffee bar sama Asian Fusion Food terus camilannya dimsum. Karena background company kita sendiri adalah specialty coffee dan Asian food. Jadi kita udah punya background yang cukup kuat untuk mendukung konsep ini di Jakarta, khususnya di daerah Kemang,” ujar Allicia.

Salah satu alasan mengapa harus datang ke JTTS adalah menu yang disajikan selalu terkonsep dengan baikdan dapat memberikan solusi kepada customer.

Dalam peluncuran menu baru yang akan dilangsungkan pada Senin (14/11), JTTS juga kedatangn dua chef andalan baru yang siap meracik setiap menunya, yakni Ernest Christoga dan RonaldPrasanto.

“Sebenernya, ini bermula dari kita ngobrol-ngobrol santai aja sih dan kita juga udah kenal sama mereka jauh sebelum projek di JTTS ini. Setelah saling sharing, ternyata mereka juga tertarik sama konsep yang kita bawa di JTTS. Keduanya juga punya background baik di kopi maupun di dunia kitchen, jadi kita mencoba untuk berkolaborasi,” kata Allicia.

Ernest Christoga adalah seorang koki profesional dan barista yang menjadi founder dari Crealto Project Indonesia sekaligus Research & Development Antarakata Group Semarang.

Membuat food & beverage adalah salah satu poin yang ada pada putra sulung Anne Avantie ini. Ernest telah melahirkan lebih dari 25 brand sejak 2010 dan masih mengelola secara aktif sebagian besar dari brand tersebut.

Tak kalah dengan Ernest, Ronald Prasanto juga memiliki jam terbang tinggi di dunia kitchen. Founder dari Ron’s Laboratory ini adalah lulusan sarjana hukum di Universitas Trisakti yang akhirnya merambah ke dunia kulilner, khususnya kopi.

Ia juga pernah menjadi pembicara dan juri dibeberapa kompetisi barista, seperti Jakarta Barista Championship 2012, Indonesia Barista Competition, dan Foodpreneur talkshow. Ronald juga pernah diundang untuk melakukan cooking demo di beberapa kesempatan. (Supriyanto)

News Feed