oleh

Pan Brothers Rilis Obligasi Rp 4,8 T di Singapura, Buat Apa?

-Ekbis-97 views

Jakarta, Kompasindo.net – Emiten tekstil PT Pan Brothers Tbk (PBRX) berencana menerbitkan surat utang (notes) dalam denominasi dolar AS sebesar US$ 350 juta atau setara Rp 4,83 triliun dengan asumsi kurs rupiah 13.800 per US$.

Mengacu pengumuman yang disampaikan Direktur Utama Pan Brothers, Ludijanto Setijo, perseroan berencana menerbitkan notes dengan tingkat bunga kupon sebesar 12% per tahun. Surat utang tersebut bakal dicatatkan di Bursa Singapura (Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST).

Mengingat transaksi ini merupakan transaksi material karena lebih dari 50% ekuitas perseroan, maka, perseroan akan meminta restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Pan Brothers pada Rabu, 6 Januari 2021 di Graha CIMB Niaga, Sudirman, Jakarta Selatan.

Dana hasil penerbitan surat utang global ini akan dipakai untuk pembiayaan kembali Global Notes. Besaran bunga dan biaya lain yang harus dibayarkan di bulan Januari 2021 diperkirakan sebesar US$ 332.000

Selanjutnya, dana notes juga akan digunakan untuk pembiayaan kembali pinjaman sindikasi. Besaran bunga dan biaya lain yang harus dibayarkan di bulan Januari 2021 diperkirakan sebesar US$ 6,5 juta. Terakhir, sebagian dana notes untuk modal kerja perseroan.

“Dalam hal jumlah notes yang diterbitkan tidak bisa mencapai US$ 350 juta, maka prioritas penggunaan dana adalah untuk pembiayaan kembali Global Notes,” kata Ludijanto, di laman keterbukaan informasi, dikutip Selasa (5/1/2021).

Penerbitan notes ini merupakan salah satu opsi pembiayaan bagi perseroan beserta entitas anak untuk refinancing utang sindikasi yang berdasarkan perjanjian pinjaman sindikasi, ada kewajiban sebesar US$ 138,5 juta.

Nilai itu belum termasuk bunga dan biaya lain-lain. Besaran bunga dan biaya lain yang harus dibayarkan pada bulan Januari 2021 diperkirakan sebesar US$ 332 ribu.

Selanjutnya, perseroan juga punya kewajiban berupa global notes dengan jumlah pokok terutang sebesar US$ 171,08 juta. Besaran tersebut juga belum termasuk kupon dan biaya lainnya. Bunga dan biaya lain yang harus dibayarkan pada Januari 2021 yang diperkirakan sebesar US$ 6,5 juta. (Hsn)

Sumber : CNBC Indonesia

News Feed