oleh

Lembaga Transformasi Papua Dan Mahasiswa Adakan Wawasan Kebangsaan Kepada Mahasiswa Papua Serta Melaksanakan Doa Syukur Masuknya Injil Ke Papua

-Daerah, Nasional-402 views

Jakarta, Kompasindo.net – Lembaga Transformasi Papua (LTP), yang hadir di Papua sebagai sebuah organisasi gerakan moral, yang bersifat Nasionalis, Moderat, Religius, dan Independen.

Salah satu Lembaga yang memang memiliki rasa persaudaraan dan rasa memiliki Papua bersama menggelar kegiatan Do;a Syukur  atas Masuknya Injil ke Papua 166 tahun yang lalu. Serta Pembagian Sembako bagi mahasiswa papua yang ada di jakarta, sebagai salah satu ungkapan syukur dari LPT kepada Tuhan.

Injil pertama kali masuk Papua melalui Pulau Mansinam, Teluk Doreh, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat pada tanggal 5 Februari 1855. Injil masuk melalui dua misionaris asal Jerman, yakni Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler.

Acara ini di gelar di Kantor Penghubung Provinsi Papua, Kamis, (5/2/2021) Jalan Suryo Jakarta Selatan. Dengan tetap mematuhi aturan protokol kesehatan Covid 19. Dihadiri oleh Ketua Umum Lembaga Transformasi Papua (LTP) Alex Silas Ick, S.Sos, MT,  Serta Dewan Penasehat Marinus Yaung, SIP, MIP

Ketua Umum LTP, Alexander Silas Ick, S.Sos., M.T dalam sambutannya mengatakan kita menyatukan hati kita dan bersyukur atas masuknya Injil di Papua, dan kita harapkan merangkul persaudaraan dengan sesama saudara kita baik mahasiswa dan masyarakat Papua di Jakarta,”Katanya

Papua merupakan Provinsi yang sangat banyak hasil bumi baik tambang maupun tumbuh-tumbuhan hasil alam lainnya serta aneka jenis satwa yang tidak dimiliki provinsi lain di Indonesia.

Sementara itu Nelson salah satu Ketua Bidang Ekonomi mengatakan kami dari Tim Transformasi Ekonomi mau mentransformasi bagi para mahasiswa, pelajar dan masyarakat agar jangan selalu mengharapkan menjadi PNS, dan kita akan berbagi kepada teman-teman mahasiswa dan pelajar atau masyarakat Papua, dan ini merupakan kegiatan yang bagus saling bertemu dan kita semua Bersaudara,”katanya,

Dengan mengusung Tema Sebagai Insan Masyarakat yang Akan Menciptakan Kehidupan yang harmonis dan Saling Toleransi,” Kita Semua Bersaudara”

Kita buat sesuatu dan dapat dipercaya, ada 4 Bidang yakni Bidang Kerohanian, Transformasi Pemberdayaan Ekonomi, dan Bidang Sumber Daya Manusia, serta Bidang Sosial Kemasyarakatan.

Di Bidang Transformasi Ekonomi kita adakan kegiatan kumpul bersama, doa bersama bersyukur saling mengenal satu sama lain masyarakat Papua. Terutama pelajar dan Mahasiswa yang ada di perantauan, dan kita salin bersaudara, saling harmonis, dan toleransi, saling menenangkan hati kita bagi bangsa kita damai dan nyaman,”jelasnya.

Sementara itu Marinus Yaung Ketua Dewan Penasehat LPT, mengatakan dengan masuknya injil di tanah papua yang di bawa oleh para misionaris maka peradaban tanah Papua yang dulu ditakuti dan disegani, berubah menjadi lebih baik dan di akui dunia, ”paparnya

” Kita berbagi sesama masyarakat Papua. untuk tujuan membantu negara dan memperbaiki masa depan Papua dan karena Injil lah yang mengubah Papua lebih baik peradabannya dan kemajuan Papua.

Marinus menceritakan bahwa tanah papua pertama kali dimasuki para Misionaris sebelum pemerintah, untuk itu jangan meninggalkan para Misionaris, jangan curigai para Misionaris disamakan dan dekat OPM, bangunlah komunikasi yang baik dengan mereka, mereka adalah agen utama dan dekat dengan masyarakat Papua, dekatlah dengan mereka, bangsa ini dapat berkembang maju berkat Papua, jangan menutup peluang dengan stigma yang buruk tentang Papua, masa depan bangsa Indonesia salah satunya berkat Papua, maaf saja kalau negara masih menganggap Papua terbelakang, untuk apa kita ikut bersama ini,”jelasnya

” Kami punya perdamaian, Injil mempunyai kekuatan untuk bersama, kami konsisten dengan negara, dan hargailah kami sebagai warga masyarakat Papua, kami punya kesatuan, kami merawat persatuan dengan masyarakat Papua dimanapun berada, kami siap memberikan kontribusi yang besar buat bangsa Indonesia, siap bergandengan tangan bersatu membangun negara kita,” tuturnya.

Ditempat yang sama mahasiswa Ilmu Politik UNAS Jakarta asal timika Arman Wakum sangat mengapresiasi acara ini karena mempertemukan kami anak-anak Papua yang ada di perantauan, khusus di Jakarta, dan memperkuat tali silaturahmi khususnya dalam rangka hari Injil masuk di tanah Papua 166 tahun, saya berharap teman-teman bisa bersatu dan tentunya kami harapkan Ada banyak hal yang bisa kami dapatkan melalui kegiatan ini.

” Dalam dunia pendidikan kan kita tahu bahwa tidak semua anak Papua juga mendapatkan beasiswa Jadi melalui lembaga ini ada banyak bantuan yang bisa kami dapatkan terutama dalam suatu hal pendidikan,” tuturnya.

” Kami sebagai anak Papua harus kembali ke papua karena papua membutuhkan Kami, kalau di Jakarta sudah banyak ilmu dan Banyak kaum terpelajar karena tempat berkumpulnya semua mahasiswa dari seluruh daerah,”tuturnya.

Hal senada juga disampaikan De’vega Renwarin, Mahasiswi asal Merauke, Alumni UKI Jakarta, Jurusan Fisioterapi.

” Kalau menurut saya sendiri karena Kebetulan saya sudah lulus, kita sangat membutuhkan lembaga seperti ini, karena menjadi penghubung dan membuka jalur bagi kita, mahasiswa papua, “tuturnya.

Paradigma yang berkembang adalah masih banyak orang Papua setelah lulus kuliah dan pulang ke daerah selalu pengen untuk lulus CPNS, Padahal kita bisa belajar dari berbagai hal misalkan di bidang peternakan dan yang lainnya tidak hanya menunggu untuk ikut tes cpns saja di jalur ini.

Soalnya kita tidak pulang harus saya jadi CPNS seperti itu. Tetapi masih banyak hal lainnya Di mana harusnya mahasiswa yang sudah lulus menerapkan ilmunya untuk membangun tanah papua.

Menurut saya mahasiswa Papua yang di sini untuk saat ini kuliah tetap harus pulang ke Papua untuk bisa membangun papuanya dan saya berharap dengan ilmu yang saya dapatkan sebagai mahasiswi kesehatan bisa saya persembahkan untuk masyarakat pedalaman merauke dimana saya berasal, “tutupnya.

Acara ini di akhiri dengan Do’a, Makan siang bersama serta pembagian paket sembako kepada perwakilan mahasiswa orang papua asli yang tinggal dijakarta oleh Ketua Umum LPT, Alexander Silas Ick, S.Sos., di dampingi Ketua Bidang Transformasi Ekonomi Nelson.

(Hsn/red)

News Feed