oleh

KOLABORASI KEMENDIKBUD – STIH IBLAM DAN IBM ASMI MELALUI HIPMIKINDO AGAR MERDEKA BELAJAR !

-Nasional-191 views

Jakarta, konpasindo.net  – “Kemendikbud membuat gebrakan untuk Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar, program pemerintah dibawah mas Menteri Nadim yang sudah sangat familiar dengan menunjukkan hasil survey sebesar 70,6 % kusioner yang mengerti tentang Merdeka Belajar. Konsep Merdeka Belajar bukan barang baru, sekurang-kurangnya dalam tataran teoritis, penerapannya di negara ini yang mungkin baru diterapkan ketika Mas Nadiem menjabat Mendikbud. Konsep ini hendak mengatakan bersekolah tidak otomatis belajar, belajar tidak harus di sekolah. Belajar bebas di mana saja” kata Syahnan Phalipi Ketum DPP Hipmikindo.

Acara seminar nasional online (03/02) bertema “implikasi UUGD No14 Tahun 2005 Untuk Meningkatkan Kualitas Dosen dan Mahasiswa Serta Kewirausahaan Menuju Merdeka Belajar” dengan keynote speaker Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili Kasubdit, Didi Risandi mengatakan, “Berharap hasil seminar ini terjalin nanti akan melebar ke seluruh Indonesia berdirilah Entrepreneur Centre Hipmikindo dan Perguruan Tinggi, kami memberikan apresiasi kepada STIH IBLAM dan Hipmikindo yang sudah melakukan kegiatan seminar online ini”.

“ Saat ini sudah berdiri 9 Entrepreneur Center di perguruan di Jabodetabek yang sudah kami informasikan kepada LLDIKTI wilayah III, dampaknya diharapkan terjadi sinergi antara Perguruan Tnggi, pelaku bisnis dan pemangku kepentingan saling belajar, para dosen belajar praktik bisnis sedangkan para pelaku bisnis bisa kuliah dan atau mengajar sekaligus sharing pengalaman di kampus sehingga kerjasama dan kolaborasi seperti ini diharapkan akan meningkatkan jumlah mahasiswa pengusaha, pengusaha UMKM, pengusaha pemula, pemuda atau Star-up bertumbuh meningkat berkesinambungan, luaran Perguruan Tinggi semakin berkualitas, yang juga akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan jumlah Entrepreneur di Indonesia, mengurangi pengangguran, meningkatan PDB serta menurunkan tingkat kemiskinan sesuai visi dan misi bangsa kita menuju masyarakat adil makmur sejahtera berkelanjutan” jelas Syahnan yang juga menjabat sebagi ketua ASMI Entrepreneur Center.

Seminar yang dilakukan untuk memberikan literasi bagi dosen dan mahasiswa serta ukm, yang juga temuan dilapangan dan hasil survey yang dilakukan oleh DPP HIPMIKINDO antara lain Sertifikasi yang masih belum merata serta belum berdampak maksimal untuk meningkatkan kualitas Dosen maupun Mahasiswa dan masih ada penjualan buku yang dilakukan oleh dosen dengan mengkaitkan nilai Tugas Akhir (TA), nilai Ujian Tengah Semerter (UTS) dan Nilai Ujian Akhir Semester (UAS) Tindakan tersebut seringkali dilakukan karena dosen dan perguruan tinggi tidak mengerti aaturan yang tertuang pada UU, PP dan Permen yang bukan karena hal yang disengaja dilakukan, tetapi seringkali karena dosen tidak mengetahui dan memahami aturan yang sudah tertuang, sehingga tidak sedikit perguruan tinggi malah ikut membela dan melindungi dosen dalam pelaksanaan menjual buku, padahal sudah jelas tertuang dalam UU dan permen. Tingginya tingkat pengangguran dan hasil survey membuktikan angka paling besar adalah dari mahasiswa, program merdeka belajar harus benar-benar digalakkan untuk mencapai mahasiswa yang kompeten dibidangnya dan siap menjadi wirausaha yang handal.
Sebelum pelaksanaan kegiatan seminar online ini hipmikindo melakukan survey kecil dengan memberikan berapa pertanyaan. “Hasil survey kecil bahwa responden mayoritas tidak memahami isi UUGD No.14 tahun 2005 sebanyak 56,4%, mencapai 71,5% menunjukkan program tersebut sangat familiar, dan responden 83,4 % menyatakan Perguruan Tinggi perlu mesosialisasikan UUGD serta 89,9 % perguruan tinggi memiliki entrepreneur untuk mendukung program kampus merdeka” kata Jurika ketua ASMI women empowerment yang juga menjabat ketua Lembaga pemberdayaan perempuan pengusaha mikro.

Saat ini Hipmikindo sudah banyak bekerjasama dengan beberapa kementerian instansi maupun organisasi lainnya, salah satu kementerian yang sudah lama bersinerji adalah kemenko pembangunan manusia dan kebudayaan dan salah satu Lembaga dibawah koordianasinya adalah kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.“Hipmikindo bersinerji dengan kementerian pembangunan manusia dan kebudayaan yaitu bapak Ir. Aris Dharmansyah Edi Saputra, M. Eng staff Ahli Bidang pemanfaatan sumber daya ekonomi, selalu memantau kegiatan entrepreneur center dan memberikan pesan agar pendirian entrepreneur center dan sinerji dengan hipmikindo bukan hanya simbolis saja tetapi kegiatannya harus nyata” kata Jurika yang saat ini mahasiswa SI hukum STIH Iblam juga menjelaskan bahwa “dalam waktu dekat STIH Iblam akan melakukan MOU untuk pendirian entrepreneur center”
.
Dalam sambutannya Rahmat Dwi Putranto, S.H., M.H ketua Yayasan LPIHM Iblam menjalaskan bahwa “STIH Iblam satu-satunya perguruan tinggi Hukum yang peduli dengan entrepreneuship salah satunya adalah denga adanya mata kuliah entrepreneuship law, tingkat kewirausahaan di Indonesia masih rendah walaupun dari tahun ke tahun meningkat tetapi baru mencapai 4 %, dalam mata kuliah hukum kewirausahaan kita belajar dua hal aspek pertama adalah legalitas dan perjanjian dan aspek kedua yang dipelajari dalam hukum kewirausahaan dibidang hukum untuk menciptakan inovasi hukum” kata Rahmat yang saat ini sebagai Ketua Bidang Ekonomi di HIPMI DPC Jakarta Pusat yang aktif di kepegurusan umkm start up dan koperasi.
Seminar nasional online ini adalah cikal bakalnya program berkelanjutan yang dilakukan oleh hipmikindo yang akan bersinerji dengan kemendikti untuk melahirkan pengusaha yang lulus dari perguruan tinggi, yang saat ini diketahui bahwa pemberi kontribusi pengangguran yang banyak berasal dari lulusan perguruan tinggi. (Red)

News Feed