oleh

Kisah Inspiratif Mutia Widya Ningrum, Pemilik Bengkel Wijaya Motor Di Bogor

-Ekbis, Otomotif-803 views

Bogor, Kompasindo.net – Di temui awak media yang berkunjung ke tempatnya, Minggu (21/02), Pengusaha bengkel dan juga Coffee, Mutia Widya Ningrum menyambut dengan ramah dan senyum penuh keakraban, di lantai 2 ruang tunggu kantornya,  ia menceritakan sekilas perjalanan awal dirinya beserta sang suami menekuni usaha Bengkel.

Bengkel dengan nama Wijaya Motor di atas lahan seluas 300m2, berdiri sejak 9 Juni 2006 (saat ini sudah 15 tahun) lokasinya mudah di akses serta strategis tepat di seberang Transmart, berada di
Jl. Abdullah Bin Nuh, Kel. Cibadak, Kec. Tanah Sareal Bogor.

Untuk urusan servis mobil, Wijaya motor merupakan bengkel mobil yang lengkap dan recomended karena terdiri dari sumber daya profesional, tehnologi modern dan fasilitas yang nyaman.

Mutia menceritakan bahwa setelah lulus SMA dan menikah ia pindah dari Bandung, tempat kelahirannya mengikuti sang suami ke Bogor dan bersama sama menekuni usaha bengkel ini di Tahun 2006.

Ia menceritakan bahwa sang suami terlebih dahulu sudah menekuni otomotif sewaktu masih muda dan hoby mengotak atik mesin, dan bakat ini terus berkembang sampai dengan membuka bengkel sendiri hingga saat ini.

Selain di lokasi ini Wijaya motor juga mempunyai cabang di daerah Dramaga motor di atas lahan seluas 1000m2. Untuk jumlah karyawan sendiri di bengkel wijaya motor ini total sekitar 25 orang terdiri dari tenaga supervisor, admin, mekanik, driver dan bagian cuci.

Wanita yang selalu ramah dan baik hati ini saat ini memiliki tiga orang anak, yakni anak pertama di bangku SMA, kedua SMP dan yang ke tiga baru 3 tahun, 1 perempuan dan 2 laki laki, “tuturnya.

Ditanya mengenai mobil yang banyak ditangani di bengkelnya adalah mobil buatan Jepang dan korea,. Untuk mobil mobil eropa jarang, dikarenakan banyak komponennya yang harus dikerjakan, jadi lebih banyak ke Mobil Toyota Jepang dan korea, karena pengerjaannya dan sparepartnya mudah didapatkan, “tuturnya.

Untuk sparepart sendiri ia mengungkapkan bahwa sudah bekerjasama dan mempunyai suplier sendiri dan sparepart yang di tawarkan adalah original. Karena mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan buat pelanggan, sedangkan untuk spare part nomor 2, tergantung permintaan konsumen dan bisa disesuaikan, “tuturnya.

Istri dari David Edison Wijaya ini menceritakan bahwa rata rata mobil yang diservis untuk per hari sekitar 20 sd 30 unit selama masa pandemi ini, tetapi di akuinya waktu awal awal pandemi tahun lalu, 3 sd 4 bulan mengalami penurunan signifikan, tetapi bengkel tetap buka,” tuturnya.

” Kami disini tidak jual beli mobil bekas, kami disini khusus bengkel, servis, tune up, balanching, spooring, cuci, dll., “tuturnya.

Semua yang kami lakukan disini tahapannya adalah pengecekan dulu jadi tergantung pengecekan, dan dari pengecekan itu bisa di ketahui kerusakan apa dan sparepart apa yang perlu di ganti dan bisa estimasi berapa biayanya.

Strategi sendiri untuk menarik pelanggan, ” Yang pasti kami disini mengikuti perkembangan jaman, dalam artian setiap tahun mobil mengalami perkembangan teknologi, makanya setiap tahun kita review, dan saat ini yang lagi booming adalah Remapping ECU dimana merupakan salah satu cara untuk meningkatkan performa mesin mobil. “Remapping ECU adalah proses mengubah map atau data yang ada pada ECU standar untuk meningkatkan tenaga mobil,” oleh karena itu kita update tersebut, “jelasnya.

Mutia berharap kedepannya bisa mengembangkan bengkel dengan inovasi terbaru, yang pasti untuk lebih memanjakan costumer dengan sesatu yang berbeda jadi tidak monoton, “pungkasnya.

(Hasan)

News Feed