oleh

Gubernur DKI Jakarta Meresmikan SPAM MOOKERVAART Yang Dibangun Oleh PAM Jaya

-Nasional-176 views

Jakarta, 22 Maret 2021 – Direktur Utama PAM Jaya, Priyanto Bambang Herdowo mengatakan, hari ini merupakan hari air sedunia ke 29 dengan tema Menghargai Air. PAM Jaya sebagai BUMD yang bertanggung jawab untuk menyediakan layanan air bagi warga DKI Jakarta saat ini terus melakukan usaha untuk meningkatkan cakupan layanan sehingga warga yang belum terlayani dapat memperoleh haknya atas air sebagaimana diamanatkan UU Sumber daya air tahun 2019.

“Spam ini merupakan yang pertama kali dengan memanfaatkan waduk dan kali yang tidak memenuhi syarat. Namun dengan kemajuan teknologi dapat diolah menjadi air minum. Ini merupakan upaya untuk memenuhi hak atas air,” ujar Priyanto dalam acara peresmian Spam Mookervaart, Senin (22/3/2021) di Jakarta.
Kepala Dinas SDA, Yusmada Faizal menjelaskan, Spam Mookervaart merupakan bentuk kolaborasi dengan memanfaatkan waduk seluas 1,1 hektar dengan kedalaman 3,5 meter dengan kapasitas tampung 12.000 meter kubik.

“Kami juga telah berhasil membangun di kepulauan seribu dengan teknologi yang sama dan telah beroperasi,” kata Yusmada.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PD PAM Jaya karena telah berhasil membuat terobosan. Menurut Anies, menghargai air amat penting karena semua makhluk hidup memerlukan air.

Direktur Utama PAM Jaya, Priyanto Bambang Herdowo mengatakan, hari ini merupakan hari air sedunia ke 29 dengan tema Menghargai Air. PAM Jaya sebagai BUMD yang bertanggung jawab untuk menyediakan layanan air bagi warga DKI Jakarta saat ini terus melakukan usaha untuk meningkatkan cakupan layanan sehingga warga yang belum terlayani dapat memperoleh haknya atas air sebagaimana diamanatkan UU Sumber daya air tahun 2019.

“Spam ini merupakan yang pertama kali dengan memanfaatkan waduk dan kali yang tidak memenuhi syarat. Namun dengan kemajuan teknologi dapat diolah menjadi air minum. Ini merupakan upaya untuk memenuhi hak atas air,” ujar Priyanto dalam acara peresmian Spam Mookervaart, Senin (22/3/2021) di Jakarta.
Kepala Dinas SDA, Yusmada Faizal menjelaskan, Spam Mookervaart merupakan bentuk kolaborasi dengan memanfaatkan waduk seluas 1,1 hektar dengan kedalaman 3,5 meter dengan kapasitas tampung 12.000 meter kubik.

“Kami juga telah berhasil membangun di kepulauan seribu dengan teknologi yang sama dan telah beroperasi,” kata Yusmada.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PD PAM Jaya karena telah berhasil membuat terobosan. Menurut Anies, menghargai air amat penting karena semua makhluk hidup memerlukan air.

“Saya berharap ini menjadi percontohan dalam memberikan pelayanan kepada publik. Ini menggambarkan bahwa teknologi jika dimanfaatkan dengan baik akan berguna bagi masyarakat,” pungkasnya.

“Saya berharap ini menjadi percontohan dalam memberikan pelayanan kepada publik. Ini menggambarkan bahwa teknologi jika dimanfaatkan dengan baik akan berguna bagi masyarakat,” pungkasnya.

IPA Mookervart dibangun oleh PAM Jaya untuk melayani kebutuhan air bersih di area Rusun Daan Mogot dengan mengambil sumber air baku yang berasal dari sungai Mookervart Jakarta Barat dan dioleh menggunakan teknologi Moving Bed Bio Reactor (MBBR) yang mampu mengolah polutan organik dan amoniak dengan bantuan organisme yang tumbuh pada suatu media.

Air baku yang dihasilkan tersebut akan diolah pada proses Ultra Filtration yang menggunakan membrane untuk memisahkan semua partikel seperti debu, bakteri, hingga virus. Sementara itu, untuk memisahkan garam serta sisa polutan laut lainnya akan dilakuan dengan menggunakan teknologi Riverse Osmosis (RO) sehingga menghasilkan air berkualitas tinggi yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat.

Seperti yang sudah diketahui bahwa cakupan layanan PAM Jaya saat ini adalah 64% dengan total pelanggan sebanyak 888.000 dan total air yang terdistribusi sebanyak 20.232 lps. Target cakupan layanan PAM Jaya pada tahun 2023 yaitu 82%.
Saat ini Jakarta masih ketergantungan suplai air baku dari wilayah di luar kota Jakarta dimana 81% air baku berasal dari Waduk Juanda Jatiluhur, 14% berasal dari pembelian air curah PDAM Kabupaten Tangerang dan 5% berasal dari sungai-sungai yang berada di Jakarta.

Adapun selama tahun 2020 hingga Maret 2021 ini, berbagai upaya dilakukan PAM Jaya dalam percepatan pelayanan dan akses air bersih bagi masyarakat Jakarta, diantaranya yaitu:

1. Proyek pembangunan jaringan pipa SPAM Hutan Kota Pembangunan SPAM Hutan Kota sudah dimulai PAM Jaya sejak tahun 2016 dan saat ini sedang proses finalisasi pemasangan pipa distribusi. PAM Jaya membangun jaringan pipa sepanjang 120 KM untuk mengaliri air dari IPA Hutan Kota yang berkapasitas 500 lps dan dibangun oleh Jakarta Propertindo kepada sekitar 30.000 KK pelanggan di wilayah – wilayah seperti Kamal Muara, Kamal, Pegadungan, Tegal Alur, Muara Angke dan Muara Baru.

2. Pelayanan air bersih di Kepulauan Seribu Pada awal tahun 2020, PAM Jaya melayani kebutuhan air masyarakat Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Payung dan Pulau Kelapa Dua.
Sejak tahun 2019 PAM Jaya juga sudah melayani kebutuhan air bersih bagi warga di Pulau Untung jawa sehingga saat ini total pulau yang sudah dilayani PAM Jaya sebanyak 5 Pulau.
a. SWRO Pulau Untung Jawa: – Jumlah penduduk 2.372 jiwa – Kapasitas lps – Jumlah pelanggan 1.184 sambungan
b. SWRO Pulau Panggang : – Jumlah penduduk 4.656 jiwa – Kapasitas 3 lps – Jumlah pelanggan 1.184 sambungan
c. SWRO Pulau Pramuka : – Jumlah penduduk 2.174 jiwa – Kapasitas 1,5 lps – Jumlah pelanggan 653 sambungan
d. SWRO Pulau Payung : – Jumlah penduduk 199 jiwa – Kapasitas 0,25 lps – Jumlah pelanggan 49 sambungan
e. SWRO Pulau Kelapa Dua : – Jumlah penduduk 440 jiwa – Kapasitas 0,25 lps – Jumlah pelanggan 113 sambungan.

3. Pembangunan 100 Kios Air Sebagai upaya percepatan akses air bersih di wilayah yang selama ini belum memiliki akses air bersih melalui perpipaan, PAM Jaya membangun 100 kios air pada tahun 2020.

4. Pembangunan Fasilitas Cuci Tangan Umum   Tahun 2020 PAM Jaya membangun 170 titik fasilitas cuci tangan umum yang tersebar diseruluh wilayah Jakarta dalam rangka memerangi penyebaran covid-19 di DKI Jakarta dan mensuplai air nya setiap hari.

Seluruh pelayanan tersebut dilakukan sebagai komitmen PAM Jaya untuk terus melayani kebutuhan air bersih masyarakat Jakarta. “secara teknis, kami terus berupaya untuk memperluas jangkauan akses air bersih di Jakarta.” ucap Priyatno Bambang Hernowo.

Selain itu Prayitno juga menyampaikan bahwa permasalahan air Jakarta merupakan permasalahan yang perlu dukungan dari banyak pihak, baik itu masyarakat maupun pemerintah daerah dan pusat sehingga akses air bersih ke seluruh lapisan masyarakat dapat segera terealisasi dan ketahanan air Jakarta dapat terus meningkat dari waktu kewaktu. (Supriyanto)

News Feed