oleh

PT. ETERINDO WAHANATAMA Menggadakan Publik Expose & RUPS Luar Biasa Di Jakarta

-Nasional-149 views

Jakarta, 30 Maret 2021 – Direksi PT Eterindo Wahanatama Tbk (Perseroan) dengan ini memberitahukan bahwa pada tanggal 30 Maret 2021, perseroan menyelenggarakan RUPS Tahunan tahun buku 2019 dan RUPS Luar Biasa.

Agenda RUPS Tahunan tahun buku 2019 antara lain meminta persetujuan RUPS untuk :

  1. Memberikan dispensasi atas keterlambatan penyelenggaraan RUPS Tahunan Perseroan tahun buku 2019 yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2021.

  2. Menyetujui laporan Direksi tahun 2019.

  3. Menyetujui Laporan Keuangan tahun buku 2019.

  4. Menyetujui untuk tidak membagikan deviden tahun buku 2019 karena Perseroan membukukan kerugian.

  5. Menyetujui penunjukan AP Drs. Tjahjo Nurwantoro. CPA. CA dari KAP Tjahjo, Machdjud, Modopuro & Rekan tahun buku 2020.

Agenda RUPS Luar Biasa Perseroan antara lain akan:

  1. Menyampaikan bahwa Watervile Worldwide Inc. merupakan pemegang saham utama / pengendali Perseroan dgn kepemilikan saham di Perseroan sebesar 21.83%.

  2. Berencana menyesuaikan Anggaran Dasar sebagaima tertuang dalam POJK No.15/POJK.04/2020 mengenai RUPS.

  3. Meminta persetujuan untuk kegiatan meminjam uang dan/atau menjaminkan kekayaan Perseroan.

Kinerja keuangan dan bisnis Perseroan di tahun 2019 cukup baik walaupun masih mengalami kerugian :

– Perseroan pada tahun 2019 membukukan penjualan secara konsolidasi untuk semua produk sejumlah Rp224 miliar, naik dibandingkan dari tahun sebelumnya sebesar Rp24 miliar. Kenaikan penjualan tersebut merupakan kontribusi dari penjualan Biodiesel sebesar 35,5%. Produk kimia lainnya 62,09% dan TBS 2,5%.

-Kenaikan penjualan sebagaimana disebutkan diatas terjadi pada kuartal ketiga 2019. terutama dari usaha perdagangan produk kimia sebesar Rp34,7 miliar (naik 99,9% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 sebesar Rp23,8 juta) dan kemudian Fame (Biodiesel) sejumlah Rp78.8 milyar (naik 98.2%) dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 sebesar Rp1,4 miliar).

– Kerugian bruto senilai (Rp35) miliar, mengalami peningkatan dibanding tahun 2018 senilai (Rp12) milyar. Kerugian tersebut terutama disebabkan karena Amortisasi, Rugi selisih kurs serta harga pokok penjualan. Rugi Bersih tahun 2019 turun menjadi senilai (Rp42) miliar bila dibandingkan dengan tahun 2018 senilai (Rp52) miliar dan membukukan penghasilan komprehensif lain senilai (Rp89) miliar naik sebesar 35.49% bila dibandingkan dengan tahun 2018 senilai (Rp137) miliar.

Kinerja keuangan dan bisnis Perseroan di tahun 2020 cukup terguncang dan belum membaik.

– Perkebunan Kelapa Sawit; pada bulan Januari 2020 masih ada aktivitas panen TBS yang memberikan kontribusi terhadap penjualan TBS sebesar 241 Ton. namun sejak bulan Febnrari 2020 sudah tidak ada lagi aktifitas panen TBS dan hal ini mengakibatkan tidak adanya penjualan TBS yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi keuangan dan cashflow perusahaan.

-Pabrik Biodiesel Tahun 2020 produksi biodisel dan produk turunannya sudah tidak berjalan dan terhenti sejak

bulan Nopember 2019 dikarena harga jual FAME dibandingkan harga beli bahan baku utama OLEIN sudah tidak relevan dan menguntungkan. belum lagi tambahan biaya bahan baku penolong dan tenaga kerja yang mengakibatkan kerugian bagi perusahaan bila dilanjutkan berproduksi. Perseroan berharap kedepan harga OLEIN dapat terjangkau dan menguntungkan sehingga pmduksi biodiesel dapat dimulai Iagi. Untuk mencari alternatif pendapatan, saat ini perusahaan sedang menjajaki pengembangan produk ktmla baru yaitu NBAC (normal butyl acetate).

– Pandemi Covid-19; Selain dari itu sejak bulan Maret 2020 telah terjadi Covid-19 yang menambah tekanan terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Untuk memperbaiki kondisi Perseroan dibutuhkan modal kerja. Di penghujung tahun 2020, Perseroan telah menandatangani MoU dengan calon potensial investor. Sementara itu, mekanisme masuknya investor saat ini sedang dalam tahap diskusi dan persiapan, termasuk persiapan restrukturisasi dengan BRI yang menjadi syarat masuknya investor. Apabila semua hal tersebut sudah final. kami akan menyampaikan kepada OJK, Bursa dan para pemegang saham sebagaimana ketentuan pasar modal yang berlaku.

Perdagangan saham ETWA di Bursa Efek Indonesia saat ini masih disuspen, yang diawali karena keterlambatan dalam menyampaikan Laporan Keuangan 31 Desember 2019 yang disusul Iaporan-laporan berikutnya. Perseroan berencana membuka suspensi saham ETWA setelah ETWA melaksanakan Pubex tahunan 2020 ini dan menyelesaikan denda-denda keterlambatan pelaporan. (Supriyanto)

News Feed