oleh

HARAPAN KETUA UMUM MIO AYS PRAYOGIE DI ACARA PELANTIKAN PENGURUS DPW KMDT 2021

Jakarta, Kompasindo.net – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) terus meningkatkan keterlibatannya dalam upaya pembangunan kawasan pariwisata danau toba. Sebagai bentuk keseriusannya, DPP KMDT secara terus menerus melakukan konsolidasi untuk membentuk kepengurusan di berbagai kabupaten se kawasan danau toba dan sejumlah daerah di Indonesia. Awal April 2021, DPP KMDT melantik susunan kepengurusan wilayah (DPW) Provinsi Sumut.

KMDT juga membuat perjanjian kerjasama dengan beberapa instansi di antaranya adalah media. Dalam hal ini Media Independen Online Indonesia (MIO) yang langsung di tandatangani oleh Ketua Umum MIO AYS Prayogie didampingi Sekjen MIO Frans x watu


Dalam wawancara dengan awak media Ketum MIO, Prayogie mengatakan bahwa pada hari ini terjadi kesepakatan dengan KMDT antara Media Independen Online Indonesia dalam rangka saling bersinergi untuk mendukung publikasi terkait dengan destinasi wisata dimana danau toba ini adalah salah satu yang termasuk dalam 10 destinasi wisata.

Oleh karena itu harus dikerjakan secara masif tugasnya juga dilakukan dengan bergandeng tangan, dengan media yang memiliki peran strategis dalam rangka upaya mempublikasikan kecepatan.

“Tujuannya adalah menarik wisatawan ini pekerjaan yang tidak mudah karena di sana juga ada berbagai kehidupannya yang tentunya tidak serta merta dengan adanya program yang seperti disampaikan oleh para pembicara di awal acara ini.

“Jadi ini semata-mata adalah bagaimana menggabungkan tentang wisata milik kita ini yang tidak hanya Danau Toba tetapi juga lainnya,” tuturnya.

“Ada banyak ragam yang perlu kita publikasikan secara baik ke internasional dan saya kira peranan media sangat penting, untuk itulah maka pada hari ini terjadi kerjasama antara AMD dengan Mio atau media independen online Indonesia, “ucapnya.

Sementara itu sekjen MIO Frans x Watu menambahkan bahwa tentang kerjasama ini saya kira adalah langkah bagus, media sebagai pihak yang hadir sebagai mediasi antara pemerintah dengan masyarakat di Danau Toba.

Seperti yang kita ketahu bahwa saat ini badan pengelola Danau Toba mengalami Dilema karena banyak terjadi pencemaran lingkungan akibat ada banyaknya keramba.

Untuk sektor wisata dan perikanan masyarakat harus terlibat dan hal ini juga harus kita persiapkan, “Nah ini Kan perlu komunikasi yang baik sehingga Diharapkan dengan adanya Media Independen Online Indonesia ini kita harap kita bisa menjadi pencerahan bagi masyarakat sehingga harapan kita tentunya Danau Toba yang sudah dibuat menjadi 10 destinasi unggulan selain pulau Bali ini bisa segera terealisasi sehingga lebih banyak lagi wisatawan domestik maupun asing datang ke Indonesia,” pungkasnya (hs)

News Feed