oleh

PWNU DKI Jakarta Menggadakan Konferensi Wilayah XX Dan Pemilihan Pengurus/Ketua PWNU DKI Jakarta (2-4 April 2021) Di Hotel Sultan Jakarta

-Nasional-160 views

Jakarta, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DKI Jakarta menggelar Konferensi Wilayah XX PWNU DKI Jakarta 2021 di Hotel Sultan, Jumat (2/4/2021). Ketua Panitia NU DKI , Mualif ZA mengatakan, dalam konferensi kali ini tercatat sebanyak 11 calon Ketua NU DKI Jakarta diantaranya KH Syamsul Ma’arif, KH Syarif, KH Zainal Arifin Naim, Habib Salim Zindan, KH Fauzan dan lainnya.

“Hampir semua calon ini merupakan lulusan pesantren yang dapat dipilih mana yang terbaik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, persatuan adalah hasil ikhtiar, keberagaman adalah kenyataan. Maka PBNU harus menjadi pengayom persatuan dan keberagaman.

“Insya Allah 11 calon ini nantinya bisa jadi contoh sebagai ikhtiar untuk memajukan dan membesarkan serta menjaga persatuan,” ujar Anies.

Adapun harapan dari Mahrus Rozak, S.Pd.I, M.Si (Majelis Wakil Cabang Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat) dihadapan Rekan-rekan media online yaitu : “yang diharapkan dari pemilihan ini semoga terpilih ketua PWNU DKI Jakarta yang baru, yang berkhidmat dan benar-benar tulus untuk membangun dan membesarkan NU diwilayah DKI Jakarta, kita ketahui wilayah Jakarta itu ibukota negara yang mana masyarakatnya multikultur. Menghadapi ini semua banyak tantangan yang harus dihadapi oleh ketua baru dan khususnya yang di internal daripada kepengurusannya kami harap sesuai dengan profesional dibidang masing-masing dan juga ketua PWNU yang baru siap untuk mengayomi seluruh masyarakat Jakarta.”ujarnya

Harapan untuk ketua PWNU yang baru ini, masalah radikalisme dan terorisme ini merupakan tantangan terbesar yang tentunya membutuhkan sinkronisasi baik yang ada di organisasi NU maupun lembaga-lembaganya bersinergi dengan ormas-ormas dan elemen-elemen masyarakat lainnya khususnya bersinergi dengan pemerintah daerah dan pusat untuk menghadapi kader-kader atau bibit-bibit yang sekarang ini mengatasnamakan agama, padahal agama tidak menganjurkan dan melarang untuk melakukan teror kepada siapapun walaupun non muslim, kami dari NU tidak mentolerir semua dan kita semua bersaudara sesama manusia karena agama hadir untuk menyelesaikan konflik bukan untuk menghasilkan keributan” tutupnya. (Supriyanto)

News Feed