oleh

Hasil Survey Etos Institute Wakil Walikota Tri Adhianto Tjahyono Raih Popularitas Tertinggi Di Pilkada Kota Bekasi

-Nasional-128 views

Jakarta, Kompasindo.net – Lembaga survei Etos Institute melakukan survei popularitas Bakal Calon Walikota Bekasi, Survey Tahap I Tahun 2021, Minggu (04/04/2021), Bertempat di Restoran Warunk UpNormal, Cikini Jakarta Pusat.

Di hadiri oleh Direktur Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah dan Direktur Infokom Lembaga survei ETOS Indonesia, TB Sultan Fadillah

Survey tahap I ini yang dilakukan dalam rentang waktu dua pekan yaitu sejak 12 Maret 2021 – 27 Maret 2021

Dalam wawancara dengan awak media Direktur Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah memaparkan hasil survei lembaganya terkait tingkat popularitas bakal calon Walikota Bekasi, Jawa Barat.

Hasil Survey Popularitas Bakal Calon Walikota Bekasi tersebut menunjukan nama Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono, SE, MM memiliki tingkat popularitas tertinggi sebesar 27 %.

Sekedar info, Pria yang akrab di panggil Mas Tri ini merupakan putra ketiga dari Bapak G. Soeprapto dan Ibu Endang Sri Guntur Hudiani. Saat ini Mas Tri juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi.

“Disusul kemudian oleh Ketua DPRD Kota Bekasi, Choiroman J. Putro, B.Eng, M.Si. dengan tingkat Popularitas sebesar 14 %, Ade Puspita Sari sebesar 11 %, Zainul Miftah 10%, Sisanya seperti Tahapan Bambang Sutopo, Heri Koswara, Ronny Hermawan, Erick Rebiin, Hawasi Syabrawi, dan Eko Setyo Pramono mendapat suara di bawah 10 persen,” kata Iskandarsyah.

“Survei tahap pertama kami menemukan, justru popularitas bakal calon wali kota bekasi ini bukan dari sosial media, tetapi pembicaraan para warganya,” jelas Iskandarsyah.

Iskandarsyah mengatakan bahwa survei tahap pertama dilakukan lembaganya ini adalah tahap awal dimana sesuai keputusan pemerintah dan DPRD meski Pilkada terkait digelar mundur hingga 2024, namun pertarungan elektabilitas sudah saling disiapkan.

“Jadi hasil ini akan up and down terus, memang sesuai keputusan waktunya mundur dari tahun 2022 jadi serentak di tahun 2024 nanti, tetapi para bakal calon ini sudah mulai terlihat,” tuturnya.

Diketahui, survei ini menghimpun 600 responden dengan menggunakan metodologi multistage random sampling dan confidential yakni wawancara mendalam secara tatap muka dan melalui sambungan telephone kepada responden. (Hsn)

News Feed