oleh

ETOS : ” Perombakkan Kabinet Harus Disegerakan Dan Itu Hak Prerogratif Presiden”

-Nasional-265 views

KOMPASINDO.NET – Dalam keterangan pers nya di kantor ETOS Cibubur kota Bekasi, Rabu 21/4/2021, Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah mengatakan perombakkan kabinet memang harus disegerakan, mengingat polemik semakin ramai di media, dan itu adalah hak preogratif Presiden, wewenang Presiden, jadi Kantor Staff Presiden jangan lebih Presiden dari Presidennya.

Iskandar berharap Presiden menunjuk semua calon pembantunya dari kalangan-kalangan profesional, akademis yang memang paham dibidang kementerian yang akan dipimpinnya, bukan rekomendasi parpol-parpol.

” Biarlah parpol difungsikan sebagai legislator di legislatif guna mengimbangi pemerintah.

“Kalau menterinya ketua umum parpol, legislatif nya anggota parpol nya, mana berani anak buah koreksi pimpinannya, budaya kita ini sungkan nya dibesarkan, tanpa memikirkan kepentingan rakyat, “ucap Iskandarsyah.

“Jadi harapan saya dan harapan seluruh rakyat Indonesia pak Presiden dan wakil Presiden bisa menunjuk orang-orang profesional untuk duduk membantu kerja beliau selaku pimpinan tertinggi di negeri ini.

“Saya yakin ini sangat menarik, dimana parpol juga tidak seenaknya memerintah eksekutif ataupun terjadinya kasus-kasus korupsi di kementerian yang dilakukan oleh oknum-oknum parpol.

Iskandar menambahkan, saya pernah bicara ini di forum diskusi adik-adik mahasiswa yang meneruskan ucapan prof.Irman Putra Sidin yang mengatakan bahwa hari ini, Legislatif, Eksekutif dan pers sedang terlibat cinta segitiga,
Tapi yakin lah bahwa cinta segitiga tidak ada yang abadi.

“Proses politik biarlah berjalan dengan aturan yang sudah ada, tidak perlu parpol merasa berjasa atas terpilihnya si A atau si B, fokus saja parpol di legislatif dan pastinya lebih elegan dipandang rakyat.

Ketika ditanya apakah pak Presiden dan wakil Presiden mampu lakukan itu?, Iskandar menjawab, “saya pastikan mampu, dan itu mau nya rakyat,
Eksukutif tidak ada lagi ketua umum parpol, sekjend parpol, dewan pembina parpol dan lain-lain.

Eksekutif diisi oleh orang-orang profesional yang memang paham dibidangnya, kalangan akademis juga bisa, dengan catatan tidak ada korelasinya terhadap parpol, baik saudara A atau B dari partai apapun, “ucap Iskandarsyah.

” Semoga pak Jokowi mendengar Do’a saya dan rakyat Indonesia hari ini, kata Iskandar lagi,
Ini adalah jalan memutus cinta segitiga itu kata Iskandar menutup wawancaranya. (Hs)

News Feed