oleh

Aksesibilitas Keuangan UMKM untuk penyelamat ekonomi

-Nasional-164 views

Jakarta, kompasindo.net – Menurut pengalaman para pelaku usaha UMKM anggota Hipmikindo yang telah melakukan beberapa kali survey, ternyata masalah yang mereka hadapi pada masa pandemi covid 19 ini berkutat pada dua aspek yaitu Permodalan, Pemasaran, Krisis yang masih melanda Dunia saat ini dan sangat memukul hampir semua sektor kehidupan manusia, terlebih bidang ekonomi walau pertumbuhan masih negatif namun sudah terlihat tanda-tanda menuju kearah yang lebih baik.

Sebagai negara yang memiliki jumlah UMKM sangat banyak menurut data kemnekop ukm saat ini jumlahnya diatas 64 juta entitas bahkan dalam berkali-kali kesempatan, Syahnan Phalipi Ketua Umum dan Founder DPP Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (HIPMIKINDO), menyebutkan bahwa faktanya negara kita ini adalah negara UMKM, sebab sangat masuk akal karena kontribusi UMKM terhadap PDB diatas 60%. penyerapan tenaga kerja juga sangat tinggi diatas 99%, untuk ekspor pun menyumbang sekitar 20% sebelum krisis covid. Belum lagi faktor penyumbang lahirnya para entrepreneur/pengusaha besar sukses, saat mereka menjadi wirausaha pemula pemuda maupun star-up mayoritas mengawali bisnisnya dari pelaku UMKM bahwa Indonesia masih sangat kekurangan Wirausaha bahkan jumlah wirausaha kita masih sekitar 3,9% jauh dibanding negara-negara maju yang sudah diatas 10%.

Pemerintah sepertinya memahami bahwa UMKM ini harus ditolong segera apalagi setelah lanirmya Undang-undang Omnibuslaw no:11 tahun 2020 tentang Ciptakerja berbagai turunan undang-undang tersebut sudah lahir PP no: 7 2021 seterusnya diikuti dengan berbagai kebijakan, namun apabila salah strategi atau salah memanfaatkan momentum dengan efektif, maka percepatan pemulihan bisa saja terkendala, oleh sebab itu hendaknya semua pemangku kepentingan kudu bekerja sama bersinergi berkolabori merumuskan berbagi taktik agar UMKM secepatnya recovery.

Pada saat vicom dan Fokus Group Discussion (FDG) difasilititasi oleh Kemenko PMK, acara sinerji Kementerian PMK, Kemenkop dan Hipmikindo dengan tema Optimalisasi entrepreneur center utk meningkatkan akses keuangan umkm (24/04).
Ir. Aris Darmansyah M.Eng esalon satu, Staf Ahli Menteri Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Ekonomi Kemenko PMK, yang mengurusi tentang UMKM mengatakan komitmen beliau untuk selalu meningkatkan SDM pelaku UMKM agar senantiasa bersaing menghadapi globalisasi, salah satunya akan merumuskan standarisasi Entrepreneur Center Hipmikindo dengan Perguruan Tinggi, setiadaknya sepuluh PT di lingkungan LLDIKTI wilayah tiga sudah terbentuk, bekerja sama dengan HIpmikindo, yang selanjutanya apabila sudah ada rumusan standarnya akan diteruskan ke seluruh Indonesia, Jakarta dipilih sebagai piloting ujar Aris karena jumlah Perguruanh Tiinggi nya paling banyak sekitar 307. Seusai acara Syahnan Phalipi sebagai Ketum Hipmikindo yang juga Wakil Ketua Dekopin itu sangat mengapresiasi peran dan komitmen Kemenko PMK, juga Kemenkop UKM yang dihadiri oleh Asdep Investasi & Pembiayaan UKM Dr. Hanafiah yang dalam paparannya menyampaikan akan bersinergi dengan Hipmikindo untuk mengimplementasikan berbagi program pembiayaan seperti KUR, yang sebelumnya sudah disampaikan oleh Presiden yaitu KUR tanpa agunan sampai dengan 100 juta dan juga lembaga keuangan lainnya yang konsen pada pembiayaan UMKM. Namun yang menarik menurut Syahnan yang juga menjadi narasumber sebaiknya pembiayaan kepada umkm mesti dilakukan pendampingan berkelanjutan dan melibatkan Hipmikindo sebab menurutnya Hipmikindo sudah memiliki pendamping UMKM sekitar 130 orang dan sudah lulus sertifikasi Kompetensi BNSP, nantinya tukas Syahnan kita harus bersinergi agar UMKM selalu mendapat edukasi, diklat, literasi, pasilitasi, advokasi dan konsultasi secara berkelanjutan supaya pembiayaan yang diberikan kepada pelaku usaha berjalan lancar bisnis para pelaku umkm pun akan bertumbuh berkembang berkesinambungan maka niscaya ekonomi kita segera pulih.(Riz)

News Feed