oleh

ETOS : Turut Berduka Cita Atas Peristiwa KRI Nanggala 402, Kami Meminta Menhan Mundur !!!

-Nasional-96 views

Kompasindo.net – Dalam keterangan persnya di Medan Sumatera Utara, Minggu 25/4/2021, Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah memberikan komentarnya terkait hilangnya KRI Nanggala 402 di perairan sekitaran Banyuwangi-Bali, saya prihatin, saya berduka cita sedalam-dalamnya, hilang sudah nyawa anak-anak bangsa kita lagi, ini harus menjadi perhatian besar negara.

Peristiwa ini tak bisa kita hindarkan sebagai memang kehendak yang kuasa, ada sisi lain yaitu sisi manusia yang harusnya mampu mengantisipasi peristiwa ini seharusnya.

Kita harus lebih memperhatikan kebutuhan prajurit-prajurit TNI kita, bukan hanya kesejahteraan personal dan keluarga saja, tetapi alat-alat penunjang kerja mereka, apalagi ini menyangkut nyawa personal nyawa mereka sebagai petugas negara.

Kapal selam KRI Naggala 402 adalah produk tahun 80an yang harusnya dipikirkan diganti,
Apa APBN kita kurang untuk belanja itu Kemhan?,
Terus ini tanggung jawab siapa?
Menhan lah yang bertanggung jawab,
Jangan pas kampanye gembar-gembor kesejahteraan prajurit TNI, begitu jadi malah sibuk urus APD di dalam Kemhan, ini loh yang diperlukan prajurit TNI, khususnya TNI AL, ya armada, ya senjata, semuanya dalam kebutuhan alusista,
Kalau Menhan nya tak peka ganti aja saran saya kepada pak Presiden,
Buat apa juga disitu kalau kebutuhan prajurit diacuhkan.

Apa menurut mas is Menhan adalah yang bertanggung jawab?, ya pasti nya lah,
Semua anggaran belanja TNI khan disitu, termasuk kebutuhan alusista,
Kita butuh menteri yang progresif, revolusioner.

TNI itu garda depan bangsa ini loh, jadi prioritas anggaran belanjanya harus tercukupi, Panglima TNI juga dalam hal ini harus bisa mendorong kepada Menhan,
Jangan korbankan anak-anak bangsa ini terus menggunakan kapal tua dalam bekerja, apalagi ini tugas negara, menjaga batas-batas wilayah laut kita.

Kesimpulan saya, ya tadi itu, copot saja Menhan kalau tidak becus memikirkan prajuritnya kata Iskandar menutup wawancaranya.

News Feed