oleh

PT Tempo Inti Media Tbk : “April 2021 Bangkit Kembali Setelah Pandemi”

-Nasional-176 views

Jakarta, 27 April 2021 – TAHUN 2020 merupakan periode pandemi Covid-19 yang membawa dampak di seluruh dunia, tak terkecuali kita di Indonesia. Awal tahun yang masih diwarnai optimisme para pelaku ekonomi tiba-tiba berbalik arah setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah global pada bulan Maret.

Seperti banyak sektor lain, industri media mengalami tekanan yang luar biasa seiring badai resesi yang melanda perekonomian nasional. Industri media cetak, basis utama bisnis Tempo, langsung merasakan hal ini dengan merosotnya pendapatan iklan. Sirkulasi menurun drastis di bulan-bulan awal setelah pemerintah menetapkan kebijakan lockdown.

Dari lapangan terdengar kabar, pembaca takut bersentuhan dengan koran atau majalah cetak yang dikirim ke rumah-rumah. Barang cetakan dianggap medium masuknya virus Covid ke dalam rumah. Dampaknya sangat buruk bagi pendapatan penerbit. Sejumlah media bahkan terpaksa harus menutup usahanya sebagai akibat tekanan yang berlanjut ke bulan-bulan berikutnya.

Tempo Inti Media Tbk bersyukur telah berhasil mempertahankan eksistensinya sampai hari ini, dan menggenapi usia 50 tahun sejarah kami melayani kebutuhan pembaca terhadap produk jurnalistik yang berkualitas. Protokol melewati krisis yang disusun direksi Perseroan dan dilaksanakan bersama seluruh karyawan di semua unit bisnis berupaya mengimbangi penurunan pendapatan iklan dan sirkulasi dengan langkah efisiensi serta penyesuaian dan pengembangan produk digital.

Tetapi kami menyadari, efek negatif pandemi yang meluas juga berakibat buruk pada kemampuan mitra-mitra kerja Perseroan. Menyusutnya pendapatan mitra kerja Perseroan membuat kemampuan mereka memenuhi kewajiban kepada Perseroan menurun drastis. Dampaknya piutang usaha Perseroan meningkat. Kolektabilitas piutang-piutang lama Perseroan yangtahun lalu masih bisa ditagih — praktis tidak “bergerak” lagi sejak wabah merebak.

Faktor-faktor inilah yang membuat pendapatan usaha Perseroan menurun Rp 114 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan paling besar dikontribusikan pendapatan barang cetakan sebesar 48,15% dibandingkan 2019. Majalah dan iklan Majalah turun 31,49% Koran dan iklan Koran 10,96% penjualan kertas 5,17% produk-produk digital 4,91% jasa penyelenggara acara turun 1,66% serta kanal video turun 1,14% Tapi ada kenaikan jasa rumah kreatif sebesar Rp 4,2 Miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Perseroan sebenarnya melakukan pengendalian biaya di berbagai pos anggaran. Beban usaha bisa diturunkan Rp 6 miliar dibandingkan 2019. Penurunan terjadi pada beban pemasaran dan penjualan Rp 6,4 miliar. Beban administrasi dan umum pun turun Rp 9,6 miliar.

Dengam demikian, Perseroan mencatatkan rugi sebelum pajak turun Rp 43,8 miliar dibandingkan tahun 2019. Ini disebabkan penurunan laba usaha Rp 45,3 miliar, walaupun beban keuangan bisa dipotong Rp 1,5 miliar. Rugi komprehensif turun Rp 36,4 miliar dibandingkan 2019, disebabkan penurunan laba tahun berjalan Rp 34,1 miliar dan penurunan pendapatan komprehensif lain Rp 2,3 miliar.

Pandemi Covid-19 juga memberikan banyak pelajaran bagi Perseroan, terutama dalam percepatan transformasi digital yang sudah dimulai sejak 2017. Pada saat sirkulasi dan iklan media cetak merosot, media digital menjadi pilihan orang banyak. Program work from home dijalankan hampir semua instansi, lembaga, perusahaan dan perorangan. Kegiatan online menjadi keharusan dan sekaligus menciptakan aktivitas bisnis baru. Kebutuhan informasi, seminar, belajar dan kuliah, diskusi, percakapan, pencarian data, pameran, fashion show, pagelaran musik, kegiatan olahraga, penyelenggaraan berbagai event dan banyak akvivitas lain, semua dilakukan secara online atau daring.

Perubahan besar ini merupakan peluang baik bagi Perseroan. Prioritas rencana Perseroan tahun 2021 adalah merespons fenomena “go-online” ini dengan cara memperpendek timeline “road to digital”. Tempo akan memanfaatkan momentum “go online” yang berkembang pesat ini dengan menjadi pemain digital sepenuhnya.

Pengembangan Perseroan menjadi pemain digital sepenuhnya memerlukan investasi yang tidak sedikit. Untuk itu, kami sudah memulai langkah strategis lain, yakni dengan rencana pelaksanaan initial public offering (IPO) PT Info Media Digital (IMD), yang menaungi situs berita tempo.co dan sejumlah Strategic business unit (SBU). Kami merencanakan go public pada anak usaha ini pada tahun 2021, dengan menunggu waktu yang tepat, sambil mencari Opsi-opsi pendanaan yang lain.

Perseroan terus melakukan kajian sangat serius dan adaptasi terhadap perubahan-perubahan radikal ini. Pada awal Januari 2021, dengan persiapan yang matang, Perseroan menerbitkan Koran Tempo dan Tempo English hanya untuk edisi digital. Pada saat yang sama, Perseroan melanjutkan penguatan sirkulasi digital dan iklan digital pada semua produk, termasuk di dalamnya upaya edukasi bagi pembaca dan para mitra untuk beralih ke medium atau platform digital yang memberikan banyak “pengalaman” baru. (Supriyanto)

News Feed