oleh

Silaturahmi & Buka Puasa Bersama DPC Organda Kota Bekasi Dengan Ketua DPRD Bekasi Dan Pengusaha Angkutan Kota Bekasi

-Nasional-65 views

Bekasi, 3 Mei 2021 – Memasuki bulan Ramadhan hari ke 21 bahwasanya Bulan Ramadhan adalah bulan yang mendatangkan keberkahan bagi seluruh umat manusia yang ada dibelahan muka bumi ini Keberkahan bulan mulia itu dimanfaatkan oleh pengurus Organda Kota Bekasi dengan mengadakan buka puasa bersama dengan segenap pengurus dan pengusaha angkutan dikota Bekasi.

Acara berbuka bersama yang diadakan di Kantor DPC Organda Kota Bekasi, Bekasi Timur ini juga dihadiri Khairul J. Putro (Ketua DPRD Kota Bekasi), Hotman Pane (Ketua Dewan Pertimbangan DPC Organda Bekasi), Ustad Ahmad Yahya (pembaca doa), Kyai Hj. Lutfi (Ketum FBR Jabodetabek), perwakilan Walikota Bekasi dan pengurus KKU organda kota Bekasi.

Dengan momen buka puasa bersama dalam bulan yang penuh berkah ini, diharapkan akan semakin terjalin komunikasi dan silaturahmi dilingkungan pengurus Organda.

Ditambahkannya, suasana bulan ramadhan ini dapat menjadi bulan untuk mengkoreksi diri untuk lebih baik, sehingga kedepan dengan kerja bersama sama dapat lebih maju lagi untuk lebih baik kinerja organda, khususnya kota Bekasi.

Terkait masalah mudik, kita ikut program pemerintah yang mana larangan mudik oleh pemerintah Tetapi kita juga berusaha, kita minta bagaimana dispensasi dari pemerintah untuk para pengusaha, pengusaha juga butuh makan, pengusaha juga punya anak istri.

Dan disamping pengusaha,ada pekerjanya. Di situ ada operatornya, ada supirnya, ada mekaniknya di situ kan banyak, sangat banyak sekali. Itu yang harus dipikirkan oleh pemerintah Sehingga jangan pemerintah mengambil kebijakan itu hanya melihat mudiknya saja. Namun Dampak daripada mudik dilarangan itu apa.

Pemerintah resmi melarang kegiatan mudik Lebaran mulai 6-17 Mei 2021 mendatang. Bahkan dari sekarang, proses pengetatan perjalanan sudah mulai diberlakukan.
Walau menjadi langkah pencegahan penularan Covid-19, namun di satu sisi larangan mudik menjadi badai bagi pengusaha transportasi, khusus darat, lantaran harus kembali merana karena tak bisa melakukan aktivitas bisnisnya yang sudah kritis sejak tahun lalu.

Menaggapi hal ini, Pemerintah harus hadir bagi pengusaha transportasi dengan memberikan relaksasi atau kompensansi, serta bantuan langsung.

Pelaku transportasi ini sudah terpuruk selama satu tahun, lalu makin terpuruk lagi dengan adanya larangan. Jadi dimohon kepada pemerintah untuk pengusaha transportasi, terutama yang di jalan, agar diberikan kompensasi. (Supriyanto)

News Feed