oleh

Etos Institute Berikan Apresiasi Kinerja KPK Menangkap Wakil Ketua DPR

Jakarta – Pengamat sekaligus Direktur Ekseskutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah ikut mengapresiasi kerja penggeledahan penyidik KPK terhadap Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsudin yang digelar hari ini di Gedung DPR RI.

Iskandarsyah berujar bahwa, Azis Syamsudin layak untuk dijadikan sebagai tersangka sebagaimana yang telah diberitakan hari ini terkait dugaan korupsi yang dilakukan oleh Azis Syamsudin (AS).

“AS sudah layak dijadikan sebagai tersangka, seperti berita saya beberapa hari yang lalu, jangan korbankan yang kecil-kecil, biangnya diatas harus segera dipangkas”ujar Iskandarsyah dalam konferensi presnya di Jakarta pada Rabu, (28/04/2021)

Selain itu, ia juga mendukung KPK guna membongkar semua kasus korupsi di Negeri ini. Paslanya, korupsi kian hari menjadi penyakit pembangunan yang telah menggerogoti ekonomi dan pembangunan negara ke arah lebih baik dan sejahtera.

“Kita dukung KPK untuk bongkar semua kasus ini, jangan dihalang-halangi lagi. Ini sudah mencoreng wajah parlement kita, setelah terjeratnya ketua DPR RI Setyo Novanto yang berasal dari partai yang sama. Wajah parlement dan internal partai pun pastinya merasa dipermalukan dihadapan rakyat se-republik ini”kata Iskandar menambahkan

kendati demikian juga, ia mengungkapkan bahwa keterangan Wali Kota Tanjungbalai dan salah satu penyidik KPK yang saat ini dijadikan tersangka harus dihargai dan ditindaklanjuti.

“Kita hargai dan segera ditindaklanjuti. Institusi mana yang tidak patuh apabila pimpinan parlement yang perintahkan. Jadi tidak ada prajurit goblok yang ada jendral tolol,” tegasnya.

Jakarta, Kompasindo.net – Pengamat sekaligus Direktur Ekseskutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah ikut mengapresiasi kerja penggeledahan penyidik KPK terhadap Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsudin yang digelar hari ini di Gedung DPR RI.

Iskandarsyah berujar bahwa, Azis Syamsudin layak untuk dijadikan sebagai tersangka sebagaimana yang telah diberitakan hari ini terkait dugaan korupsi yang dilakukan oleh Azis Syamsudin (AS).

“AS sudah layak dijadikan sebagai tersangka, seperti berita saya beberapa hari yang lalu, jangan korbankan yang kecil-kecil, biangnya diatas harus segera dipangkas”ujar Iskandarsyah dalam konferensi presnya di Jakarta pada Rabu, (28/04/2021)

Selain itu, ia juga mendukung KPK guna membongkar semua kasus korupsi di Negeri ini. Paslanya, korupsi kian hari menjadi penyakit pembangunan yang telah menggerogoti ekonomi dan pembangunan negara ke arah lebih baik dan sejahtera.

“Kita dukung KPK untuk bongkar semua kasus ini, jangan dihalang-halangi lagi. Ini sudah mencoreng wajah parlement kita, setelah terjeratnya ketua DPR RI Setyo Novanto yang berasal dari partai yang sama. Wajah parlement dan internal partai pun pastinya merasa dipermalukan dihadapan rakyat se-republik ini”kata Iskandar menambahkan

kendati demikian juga, ia mengungkapkan bahwa keterangan Wali Kota Tanjungbalai dan salah satu penyidik KPK yang saat ini dijadikan tersangka harus dihargai dan ditindaklanjuti.

“Kita hargai dan segera ditindaklanjuti. Institusi mana yang tidak patuh apabila pimpinan parlement yang perintahkan. Jadi tidak ada prajurit goblok yang ada jendral tolol,” tegasnya

Lebih jauh, ia mengingatkan KPK agar bergerak cepat dan segera untuk memastikan asal usul dari perkara dugaan korupsi yang melibatkan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsudin, Syahrial, dan AKP Robin tersebut hingga tuntas sampai ke akarnya.

“KPK bergerak cepat, maka saya pastikan akan menemui titik temu dari mana asal usul perkara ini. ICW sudah memberikan komentar nya, beberapa element mahasiswa juga bersuara, kita dukung KPK untuk segera memenjarakan wakil ketua DPR RI itu kok, Tinggal ketum Partai Golkar mampu lakukan PAW kadernya yang terjerat kasus suap jual beli jabatan yang bukan juga domainnya pimpinan DPR RI”tegas Iskandarsyah

“Masih ada harapan KPK bisa memenjarakan tersangka AS nantinya?, kenapa tidak, disini KPK harus bisa tunjukkan kepada publik dan saya yakin sebentar lagi AS jadi tersangka, kalau tiba-tiba beralih maka kepada siapa lagi rakyat percaya akan hukum di Indonesia ini?. Korbannya dua, saya katakan eksekutornya, tapi konseptor nya masih tenang-tenang aja. Dan saya yakin kalau KPK serius, eksekutor nya hari ini sudah tak enak makan dan tak enak tidur” ujar Iskandar mengakhiri wawancaranya. (Hs)

News Feed